Menutup pidatonya, Rudy menyoroti isu pemerataan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kaltim.
Ia menyebut adanya ketimpangan pembangunan yang mencolok antara wilayah perkotaan dengan daerah pelosok, terutama di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur.
Ia meminta agar pembangunan tidak hanya tumbuh tinggi di atas kertas melalui angka-angka statistik, melainkan harus tumbuh kuat dan merata hingga ke pelosok desa.
"Wajah Kalimantan Timur tidak hanya di perkotaan. Bagaimana saudara-saudara kita di perbatasan dijaga dan diperhatikan, itu yang harus kita ubah," pungkasnya.
Musrenbang RKPD 2027 ini menjadi momentum penting bagi Rudy Mas’ud untuk memastikan bahwa kebijakan yang disusun bukan sekadar daftar keinginan, melainkan rencana strategis yang berani mengambil keputusan meskipun tidak populer, demi kemaslahatan seluruh masyarakat Kalimantan Timur. (son)
Tag




