Rudy menekankan pentingnya melakukan filtrasi yang ketat agar anggaran daerah tidak habis untuk program yang tidak berdampak luas.
"Kalau semua ingin diprioritaskan, maka tidak ada yang prioritas. Kita butuh pembangunan yang terukur dan realistis. Setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan untuk menjawab kebutuhan rakyat," imbuhnya.
Baca juga:
Penerapan Prinsip "Tiga Tepat" dalam Anggaran
Sebagai pedoman dalam pengelolaan anggaran daerah, Gubernur menginstruksikan agar setiap rupiah dalam APBD 2027 wajib berdiri di atas tiga pilar utama yang disebutnya sebagai prinsip Tiga Tepat:
- Tepat Sasaran: Program harus menjawab kebutuhan riil masyarakat dan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
- Tepat Manfaat: Pembangunan yang dilakukan wajib memberikan kegunaan nyata, bukan sekadar formalitas belanja anggaran.
- Berdampak Langsung: Setiap kebijakan harus memberikan pengaruh positif secara instan terhadap taraf hidup masyarakat Kalimantan Timur.




