Sebaliknya, wilayah pinggiran masih membutuhkan perhatian lebih besar.
“Jangan semua dipukul rata. Keadilan itu berdasarkan kebutuhan,” ujarnya.
Skema 60:40 Dinilai Tak Selalu Relevan
Selama ini, komposisi anggaran kerap dibagi 60 persen untuk infrastruktur dan 40 persen pemberdayaan.
Ismail menilai skema itu tak selalu relevan.
Bisa saja suatu wilayah lebih membutuhkan penguatan ekonomi warga ketimbang pembangunan fisik.
“Karena basisnya rembuk keluarga. Tahun ini kebutuhannya A, tahun depan bisa beda lagi,” katanya.
Baginya, variasi usulan antar-RT bukanlah soal selera pribadi ketua RT, melainkan cerminan kebutuhan riil warga.
Kata dia, justru di situlah ruh Probebaya, keputusan diambil dari bawah.
(wan)
Baca juga:
Tag




