ARUSBAWAH.CO - Lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dalam lima tahun terakhir memunculkan satu pertanyaan krusial: mengapa anggaran Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) masih stagnan di angka Rp100 juta per RT?
Di tengah tren fiskal yang terus menanjak, program berbasis rukun tetangga (RT) itu belum juga mengalami kenaikan nominal sejak pertama kali diluncurkan.
PAD Tembus Rp1 Triliun, Probebaya Masih di Angka Lama
Data yang diolah redaksi Arusbawah.co menunjukkan tren kenaikan PAD Samarinda yang signifikan.
Pada 2021, PAD berada di kisaran Rp573 miliar. Angka itu naik menjadi Rp736 miliar pada 2022, lalu Rp789 miliar pada 2023.
Memasuki 2024 dan 2025, PAD Samarinda menembus angka Rp1 triliun.
Bahkan, pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp1,4 triliun berdasarkan data Kementerian Keuangan.
Kenaikan hampir tiga kali lipat tersebut kontras dengan alokasi Probebaya yang tetap Rp100 juta per RT per tahun.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, tak menampik bahwa secara fiskal terdapat ruang untuk menaikkan anggaran.
Namun, ia menegaskan persoalan utama bukan semata soal kemampuan keuangan daerah.
“PAD kita memang naik terus, tapi bukan berarti langsung bisa dinaikkan. Kita harus lihat dulu bagaimana pelaksanaan yang Rp100 juta ini di lapangan,” ujarnya dalam diskusi publik “Probebaya Tanpa AH, bisa?” di Gedung SLC FMIPA Unmul, Minggu (15/2/2026).
Tag



