Dalam pernyataannya, XR Bunga Terung Kaltim menyampaikan empat poin tuntutan kepada pemerintah:
- Menghentikan narasi solusi palsu transisi energi yang hanya memperpanjang ketergantungan pada tambang.
- Stop penggunaan energi fosil seperti batu bara, nikel, dan pasir silika, serta segera beralih ke energi yang berkeadilan.
- Menindak tegas perusahaan tambang yang meninggalkan lubang tanpa reklamasi sesuai izin usaha pertambangan (IUP).
- Segera melakukan pemulihan ekosistem sungai di Kalimantan Timur dengan menghentikan deforestasi dan alih fungsi lahan berlebihan.
Di tengah semangat kemerdekaan, XR Bunga Terung Kaltim menegaskan bahwa Indonesia belum benar-benar merdeka dari krisis iklim.
Menurut Yuni, pemerintah harus berhenti mengedepankan solusi semu dan mulai serius melakukan transisi energi yang adil, ramah lingkungan, dan berpihak pada masyarakat.
“Kalau terus begini, yang kita rayakan hanya kemerdekaan semu. Sungai rusak, hutan hilang, dan rakyat tetap menanggung dampaknya,” tutup Yuni. (pra)
Baca juga:
- Solusi Krisis Iklim Dinilai Gagal Diajukan Para Calon Pemimpin Kaltim, XR Bunga Terung Suarakan Hindari Industri Ekstraksi
- Gelombang Penolakan! Mahasiswa dan Aktivis Kaltim Tolak Kampus Kelola Tambang
- Dana Reklamasi Cuma Rp20 Juta, JATAM Lapor PT Kencana Wilsa ke Kejati: Tak Masuk Akal Tutup Tiga Lubang Tambang
Tag




