ARUSBAWAH.CO - Di perhelatan Pilgub Kaltim 2024, isu-isu berkaitan dengan krisis iklim dan lingkungan dinilai beberapa kalangan menjadi terpinggirkan dan justru para calon lebih menggemor-gemborkan rencana mereka perihal infrastruktur, bantuan pendidikan, kesehatan, serta lapangan kerja.
Padahal, Kaltim yang didalamnya ada Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah direncanakan ousat untuk bisa menjadi contoh ideal dari kota yang berkelanjutan dan ramah iklim.
Rencana itu, dinilai bertolak belakang dengan kondisi Kaltim yang meskipun sudah mendeklarasikan diri sebagai provinsi hijau, tetapi sumber ekonominya masih sangat bergantung pada industri ekstraktif.
Industri itu mengektraksi mineral dan batubara maupun mengekstraksi hutan yang otomatis semakin memperparah krisis iklim yang saat ini terjadi.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Winda, Aktivis dari XR Bunga Terung.
"Persoalan lingkungan dan krisis iklim menjadi isu pinggiran tanpa gagasan yang jelas. Soal lingkungan dan krisis iklim pada calon kepala daerah lebih mengandalkan kebijakan pemerintah nasional serta sumber daya finansial bantuan luar negeri," katanya.
Tag



