Arus Publik

Update Audit Kasus Bayi Dugaan Kelalaian Medis RSUD AWS: Dua Minggu Berubah Jadi Satu Bulan

Audit RSUD AWS molor, kasus Bayi Nekrosis belum tuntas

Sabtu, 25 April 2026 15:5

Humas RSUD Abdul Wahab Sjahranie dr. Arysia Andhina dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim dr. Andi Satya Adi Saputra dalam kolase foto terkait polemik audit medis kasus bayi nekrosis. Foto: Media Kaltim/Instagram @drandisatya.

Kekecewaan keluarga semakin memuncak lantaran hingga bayi diperbolehkan pulang dari perawatan pada Senin pagi, 13 April 2026, pihak manajemen RSUD AWS belum juga menyampaikan permohonan maaf secara resmi. 

Absennya empati ini membuat hasil audit menjadi poin krusial bagi keluarga untuk mendapatkan keadilan.

"Harapan saya, ada kejelasan penyebab tangan anak saya bolong. Hasil audit harus secara terbuka, supaya tidak jadi pertanyaan publik lagi karena selama ini banyak kasus seperti ini bahkan lebih fatal tapi selalu tertutup," tegas Rafita dalam wawancara melalui sambungan telepon pada Selasa (14/4/2026).

Rafita juga menyoroti kejanggalan dalam proses medis sebelum bayi diperbolehkan pulang, di mana keputusan operasi skin graft (cangkok kulit) sempat berubah drastis dalam hitungan jam dari batal menjadi wajib tepat saat rombongan DPRD Kaltim melakukan kunjungan pada 6 April lalu. 

Fakta ini memperkuat desakan keluarga agar audit dilakukan secara jujur tanpa ada informasi yang ditutupi.

Menanti Tindak Lanjut Pengawasan

Saat ini, tanggung jawab pengawasan berada pada Komisi IV DPRD Kaltim. 

Publik menanti apakah janji pengawalan yang dilontarkan dr. Andi Satya mampu mendesak RSUD AWS untuk segera memaparkan hasil audit secara objektif, atau justru mengikuti penundaan satu bulan yang diminta pihak rumah sakit. (son)

 

Tag

MORE