Arus Publik

Update Audit Kasus Bayi Dugaan Kelalaian Medis RSUD AWS: Dua Minggu Berubah Jadi Satu Bulan

Audit RSUD AWS molor, kasus Bayi Nekrosis belum tuntas

Sabtu, 25 April 2026 15:5

Humas RSUD Abdul Wahab Sjahranie dr. Arysia Andhina dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim dr. Andi Satya Adi Saputra dalam kolase foto terkait polemik audit medis kasus bayi nekrosis. Foto: Media Kaltim/Instagram @drandisatya.

Perbedaan Informasi soal Agenda Tindak Lanjut 

Ketidakpastian semakin meruncing ketika terjadi perbedaan informasi mengenai agenda tindak lanjut antara pihak rumah sakit dan legislatif. 

dr. Arysia sempat menyebutkan bahwa terdapat rencana pertemuan kembali dengan anggota dewan pada minggu depan untuk membahas perkembangan kasus. 

Namun, informasi tersebut dibantah oleh pihak parlemen.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, dr. Andi Satya Adi Saputra, menyatakan hingga saat ini dirinya belum menerima laporan hasil audit medis maupun informasi mengenai jadwal pertemuan lanjutan.

"Saya belum menerima hasil audit medis terkait kasus infus bayi di RS. Saya juga belum terinfo dari staf komisi terkait hal (pertemuan minggu depan) tersebut, jadi tidak bisa mengonfirmasi," tegas dr. Andi Satya saat dihubungi terpisah pada Jumat (24/4).

 

Kontras Penderitaan Korban: Audit Jadi Harapan Tunggal di Tengah Sikap Dingin RS

Di saat proses audit melambat, beban fisik dan psikologis keluarga korban justru semakin berat. 

Rafita, ibu kandung korban, secara tegas menuntut agar audit medis tidak hanya menjadi formalitas internal, melainkan dibuka secara transparan kepada publik. 

Baginya, audit adalah satu-satunya jalan untuk mengungkap mengapa tangan anaknya bisa membusuk hingga berlubang pasca-tindakan infus.

Tag

MORE