Kios tersebut kemudian dialihkan kepada pedagang lain yang dinilai masih serius ingin berdagang di Pasar Pagi.
“Ada beberapa yang sudah dipanggil, sudah datang, tapi tidak membuka kiosnya, maka kami tarik sebanyak 59 kios,” ujarnya.
Lantai Atas Sepi Pengunjung?
Terkait keluhan sejumlah blok dan lantai atas yang masih sepi pengunjung, Disdag menilai kondisi tersebut belum bisa dijadikan indikator final.
Pemerintah masih menunggu seluruh kios terisi dan seluruh pedagang benar-benar masuk ke lapak masing-masing sebelum mengevaluasi pola keramaian pasar.
“Kami menyatakan kondisi sepi ini karena kios belum terbagi semua. Kemudian masih ada pedagang yang belum menempati lapaknya,” ujarnya.
Disdag optimistis kondisi pasar akan berubah ketika seluruh kios telah aktif digunakan dan pedagang di luar area resmi berhasil ditertibkan.
“Jadi ketika semua sudah terbagi dan teman-teman yang tidak mau berdagang sudah ditertibkan, baru bisa dilihat apakah memang ada blok yang benar-benar sepi,” katanya.
Libatkan Kepolisian
Disdag membuka kemungkinan melibatkan aparat kepolisian dalam proses pengamanan penertiban di lapangan.
“Nanti mungkin akan kami tambahkan format lain, termasuk melibatkan pihak kepolisian,” ujar Nurrahmani.
Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat penertiban berlangsung.
“Karena jujur, kami juga tidak tahu kondisi di lapangan, apakah ada yang membawa senjata tajam atau tidak,” pungkasnya. (raf)
- Pemkot Samarinda Mau Pindahkan Seluruh Pelabuhan ke Palaran, Lokasi Masih Belum Pasti
- Data Realisasi di Inaproc Cantumkan Nilai Proyek Penataan Balai Kota Samarinda 2023 - 2025, Mendekati Rp 100 Miliar
- Inspektorat Masih Periksa Dugaan Maladministrasi Pasar Pagi Samarinda, Pegawai Disdag Tetap Aktif Bekerja
Tag




