Arus Publik

Samarinda Terkini

Pemkot Samarinda Mau Pindahkan Seluruh Pelabuhan ke Palaran, Lokasi Masih Belum Pasti

Jumat, 8 Mei 2026 18:17

TAMPAK DEPAN - Pelabuhan Samarinda yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Rencana besar pemindahan aktivitas kepelabuhanan Samarinda dari Jalan Yos Sudarso ke kawasan Palaran melalui pembangunan Terminal Multipurpose hingga kini masih dibayangi persoalan lokasi.

Padahal, proyek ini sebelumnya sudah dilakukan tahap seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 2024 lalu oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran

Proyek tersebut digagas melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Samarinda dengan pihak swasta, yakni PT RAE Energi Investama⁠ dan PT Samudera Pelabuhan Indonesia⁠.

Namun hingga kini, Pemkot Samarinda masih kembali mematangkan penentuan titik pembangunan terminal baru tersebut. 

Pelabuhan atau terminal multipurpose sendiri merupakan jenis pelabuhan yang dirancang untuk melayani berbagai aktivitas dan komoditas sekaligus, baik barang maupun jasa.

Berbeda dengan pelabuhan khusus yang hanya melayani satu jenis muatan, terminal multipurpose memiliki fleksibilitas lebih tinggi karena dapat menangani peti kemas, kargo curah (bulk cargo), barang umum (general cargo), kendaraan, hingga aktivitas penumpang dalam satu kawasan pelabuhan terpadu.

Pemkot Samarinda menargetkan seluruh aktivitas pelabuhan penumpang hingga distribusi logistik yang selama ini berada di kawasan Jalan Yos Sudarso dan sekitarnya nantinya dipusatkan ke Kecamatan Palaran.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas, mengatakan pembangunan terminal multipurpose itu merupakan bagian dari visi besar pengembangan wajah baru Samarinda.

“Pelabuhan yang ada kan sudah tidak sesuai lagi. Pak Wali kepengen bahwa kita harus punya nanti pelabuhan yang multipurpose,” ujar Marnabas kepada awak media, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, keberadaan pelabuhan modern menjadi kebutuhan penting jika Samarinda ingin berkembang menjadi kota maju.

“Mana ada negara maju tanpa pelabuhan dan bandaranya. Kita sudah punya Bandara APT Pranoto internasional, peti kemas kita juga pendapatannya sudah nomor dua di Indonesia. Nah kita kepengen lagi multipurpose ini,” katanya.

Seluruh Aktivitas Pelabuhan Ditarget Dipindah ke Palaran

Pemkot Samarinda kini mulai mencari titik lokasi paling ideal di kawasan Palaran untuk pembangunan terminal tersebut.

Marnabas menyebut pihaknya meminta sedikitnya tiga hingga empat alternatif lokasi agar proyek tidak bergantung pada satu titik saja.

“Begitu ada sedikit masalah, ya kita harus pindah ke satunya. Tidak boleh perencanaan itu hanya satu titik,” ujarnya.

Ia menegaskan kawasan Palaran nantinya tidak hanya menjadi lokasi terminal multipurpose, tetapi juga diproyeksikan sebagai kota industri dan kota satelit baru Samarinda.

Oleh sebab itu, kawasan pergudangan yang kini berada di Jalan Ir. Sutami juga rencananya akan turut dipindahkan.

“Pergudangan nanti kita pindah ke Palaran juga. Pasar induk nanti ada rencana dibuat di sana juga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, aktivitas pelabuhan di kawasan Yos Sudarso disebut perlahan akan dipindahkan seluruhnya ke Palaran, termasuk fasilitas lain seperti kantor KSOP dan Pertamina yang selama ini berada di pusat kota.

“Yang di Yos Sudarso itu dipindah. Semuanya kita minta nanti jadi satu di sana. Pertamina juga kita minta nanti dipindah,” katanya.

Dengan perpindahan tersebut, kawasan tepian Sungai Mahakam di pusat kota nantinya direncanakan menjadi lanjutan pengembangan Teras Samarinda.

Tag

MORE