Arus Terkini

Kasus-kasus Pembunuhan Anak oleh Orang Tua di Indonesia, Mengapa Filicide Terus Terjadi?

Tragedi di Samarinda: Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Kandung

Jumat, 1 Agustus 2025 20:37

TKP - TKP pembunuhan 2 balita oleh ayah kandung di Samarinda masih dipasang garis polisi (Foto: HO)

Lebih mengerikan lagi, pada April 2019, seorang wanita bernama MS di Jakarta Barat menganiaya bayinya yang baru berusia tiga bulan hingga meninggal.

MS mengaku merasa malu karena anaknya merupakan hasil kehamilan di luar nikah, dan menganggap anak tersebut sebagai "bawa sial".

Kasus filicide lainnya termasuk seorang pria di Tangerang yang membunuh anaknya yang berusia lima tahun, dan seorang pria di Bekasi yang membunuh bayi hasil perkosaan oleh dirinya sendiri pada 5 April 2023.

Pembunuhan ini dilakukan dengan cara membekap mulut bayi yang baru lahir, hingga sang bayi tidak dapat bernapas.

Tak kalah mengerikan, pasangan muda di Jakarta Timur, MF dan DAP, membunuh bayi mereka yang baru lahir di kloset klinik pada 24 Januari 2024.

Pasangan ini sebelumnya mencoba menggugurkan kandungan dengan obat, namun saat DAP melahirkan, mereka membunuh bayi tersebut untuk menutupi perbuatan mereka.

Mengapa Filicide Terus Terjadi?

Tentu saja, setiap kasus filicide memiliki cerita dan latar belakang yang berbeda

Namun, banyak kasus filicideb yang terjadi karena masalah kejiwaan orang tua, masalah ekonomi, tekanan sosial, atau bahkan balas dendam terhadap pasangan.

Tindakan filicide ini sering kali melibatkan masalah mental yang mendalam, seperti depresi, gangguan psikotik, atau masalah hubungan yang sangat kompleks.

Filicide bukan hanya tentang tindakan kriminal, ini adalah masalah sosial yang mencerminkan kondisi keluarga dan masyarakat kita.

Oleh karena itu, kesadaran dan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mental orang tua, serta sistem pendukung yang lebih baik bagi keluarga, sangat penting untuk mencegah kejadian-kejadian filicide seperti ini di masa depan. (apr)

Tag

MORE