Arus Terkini

Pembunuhan Balita oleh Ayah Kandung di Samarinda, Psikolog Sebut Termasuk Kasus Filicide, Apa Itu?

Tragedi di Samarinda: Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Kandung

Rabu, 30 Juli 2025 20:22

TKP - TKP pembunuhan 2 balita oleh ayah kandung di Samarinda masih dipasang garis polisi (Foto: HO)

ARUSBAWAH.CO - Warga Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, diguncang tragedi ketika dua balita, AM (4) dan MA (2), ditemukan tewas di rumah mereka.

Ayah kandung mereka, WH, menjadi pelaku pembunuhan.

Keluarga ayah kandung balita mengungkap bahwa WH sebelumnya dikenal sebagai pribadi pendiam, namun penyayang.

Kronologi Pembunuhan Balita di Samarinda

Dalam sebulan terakhir, WH mengalami perubahan perilaku drastis akibat sakit lambung dan tenggorokan, kehilangan pekerjaan, serta tekanan rumah tangga, termasuk permintaan cerai dari istrinya.

Kejadian memilukan itu terjadi saat WH sendirian di rumah bersama anak-anak.

Ia diduga sempat mencoba bunuh diri, namun digagalkan oleh ibunya.

Keluarga dan tetangga tak menyangka tragedi ini bisa terjadi, karena WH tidak menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan secara terbuka.

Psikolog Ayunda Ramadhani menyebut kasus ini termasuk filicide, pembunuhan anak oleh orang tua kandung, dan menekankan perlunya pemeriksaan kejiwaan terhadap WH.

Ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini gangguan mental, khususnya dalam keluarga muda dengan tekanan ekonomi dan emosional tinggi.

Ayunda mengingatkan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi korban dari masalah orang tua, dan mendorong masyarakat untuk lebih peka serta berani mencari bantuan saat menghadapi tekanan hidup.

Apa Itu Filicide?

Menurut jurnal perilaku kriminal dan kesehatan mental berjudul “Filicide – A Comparative Study of Maternal versus Paternal Child Homicide”, filicide atau filisida merupakan istilah yang merujuk pada pembunuhan anak oleh orang tua, baik oleh ayah maupun ibu.

Pada masa lampau, tindakan filicide kerap dijadikan cara untuk mengatur jumlah anggota keluarga serta mengeliminasi anak-anak yang dianggap lemah, mengalami kelainan, memiliki cacat fisik, atau dilahirkan di luar pernikahan.

Tag

MORE