Filicide atau pembunuhan anak oleh orang tua bukanlah fenomena baru.
Aksi ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, bahkan sebelum Islam, di mana pembunuhan bayi perempuan dianggap biasa.
Di Indonesia, meskipun belum ada penelitian yang mendalam mengenai filicide, data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa pada 2023, ayah kandung menjadi pelaku terbanyak dalam kasus pembunuhan anak, dengan 38 laporan.
Diyah Puspitarini, Komisioner KPAI, menyoroti fenomena filicide yang sering kali terungkap hanya di permukaan, seperti gunung es yang sebagian besar tersembunyi.
Ia menekankan pentingnya pengawasan dan perhatian lebih terhadap kondisi psikologis orang tua yang berisiko melakukan tindakan filicide tersebut.
Menurut psikiatris AS PJ Resnick, ada beberapa kategori motif filicide, mulai dari altruistic filicide, di mana orang tua membunuh anak dengan alasan untuk mencegah penderitaan mereka, hingga spousal revenge filicide, yang terjadi sebagai balas dendam terhadap pasangan.
Fenomena filicide ini menunjukkan kompleksitas emosi dan situasi yang mendasari tindakan tragis tersebut.
- Tilik Kasus Filicide Orang Tua Tega Habisi Anak Kandung, Menurut Kacamata Psikologi Forensik
- Pembunuhan Balita oleh Ayah Kandung di Samarinda, Psikolog Sebut Termasuk Kasus Filicide, Apa Itu?
- Terungkap Sisi Lain Kehidupan WH, Ayah yang Habisi Dua Anak Kandung: Dari Sakit, Istri Minta Cerai, hingga Coba Bunuh Diri
Kasus Filicide di Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kasus filisida yang mengguncang telah terungkap dengan berbagai motif dan cara yang sangat mengerikan.
Pada Januari 2018, di Jakarta Pusat, seorang pria bernama Kasdi, 21 tahun, ditangkap setelah menginjak-injak perut istrinya yang hamil tujuh bulan, akibat kecurigaan terhadap perselingkuhan sang istri.
Meskipun istrinya selamat, bayi yang dikandungnya tidak berhasil diselamatkan.
Di Tangerang Selatan, Yunida, seorang wanita berusia 21 tahun, tega membunuh bayinya yang baru dilahirkan dengan pisau dapur pada Januari 2018.
Ia membuang jasad bayi tersebut di tempat sampah setelah membunuhnya karena tidak ingin identitas anaknya diketahui orang lain.
Tag



