“Khususnya jurnalis perempuan, banyak yang rentan dan tidak memiliki ruang aman. Pendekatan kami tidak hanya respons kasus, tapi membangun ekosistem perlindungan berkelanjutan,” ujar Arie Mega, Project Officer Jurnalisme Aman.
Dukungan Pemerintah dan Lembaga Internasional
Anggota Dewan Pers, Abdul Manan, menekankan pentingnya temuan IKJ sebagai rujukan untuk memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis dan memastikan tidak ada isu yang tabu.
Direktur Informasi Publik Kementerian Kominfo RI, Nursodik Gunarjo, menyebut riset ini cerminan kualitas demokrasi dan kebebasan pers.
Pemerintah berkomitmen memperkuat perlindungan jurnalis melalui regulasi dan kolaborasi lintas sektor.
Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Belanda, Adriaan Palm, menegaskan bahwa keselamatan jurnalis adalah fondasi demokrasi sehat.
“Jurnalis yang aman dan bebas bekerja membuat masyarakat memperoleh informasi dapat diandalkan,” katanya. (pra)
- 3 Ribu Sumur Migas Tua di Kaltim Akan Dihidupkan Lagi, Ini Cara Mekanisme Pengajuan Pengelolaan! UMKM - BUMD Bisa Jadi Mitra
- Kemiskinan Kaltim 2025 5,19 Persen: Statistik Membaik, Ketimpangan Wilayah Belum Terselesaikan
- Dari Hasil Kerja Jurnalistik, Niaga.asia Salurkan CSR untuk Jamaah Majelis Nurul Amin Samarinda
Tag




