Arus Publik

Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 Menurun, 67% Jurnalis Pernah Alami Kekerasan

Rabu, 11 Februari 2026 22:18

DISKUSI PANEL - Hasil riset Populix terhadap 655 jurnalis aktif di 38 provinsi mengungkapkan bahwa 67% jurnalis pernah mengalami kekerasan, naik signifikan dari 40% pada 2024/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COIndeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 menunjukkan tren menurun dibanding tahun sebelumnya, dengan skor 59,5 dari 100, masuk kategori “Agak Terlindungi”.

Meskipun masih berada di kategori yang sama dengan 2023 dan 2024, skor ini turun sekitar 0,9–1 poin, menandakan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan jurnalis di Indonesia.

Peluncuran IKJ 2025 dilakukan oleh Yayasan Tifa bersama Konsorsium Jurnalisme Aman dan Populix sebagai sumber data berbasis bukti untuk mencegah kekerasan terhadap jurnalis serta mendorong kondisi kerja yang lebih aman dan layak.

Survei Lapangan: Kekerasan Terhadap Jurnalis Meningkat

Hasil riset Populix terhadap 655 jurnalis aktif di 38 provinsi mengungkapkan bahwa 67% jurnalis pernah mengalami kekerasan, naik signifikan dari 40% pada 2024.

Jenis kekerasan yang paling banyak dialami adalah pelarangan pemberitaan dan liputan, sementara kekerasan fisik dan ancaman langsung menurun.

“Riset ini memetakan pengalaman jurnalis dari sisi individu, media, hingga stakeholder eksternal, termasuk regulasi dan pihak negara,” jelas Nazmi Tamara, Policy and Society Research Manager Populix dalam keterangan pers diterima redaksi Arusbawah.co

Meskipun ancaman kekerasan meningkat, kesadaran jurnalis terhadap risiko juga naik sekitar 20 poin, menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman.

Sensor dan Swasensor Masih Tinggi

Temuan riset mencatat 72% jurnalis pernah mengalami sensor, dan 80% melakukan swasensor.

Tag

MORE