“Komponen ekspor dan PMTB merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi Kalimantan Timur pada tahun 2025,” ujar Mas’ud.
Ia menyebut seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif kecuali konsumsi pemerintah yang terkontraksi sekitar 11 persen akibat efisiensi anggaran.
“Konsumsi rumah tangga masih tumbuh cukup tinggi yaitu 5,04 persen didukung peningkatan aktivitas wisatawan nusantara dan peningkatan transaksi masyarakat,” jelasnya.
Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi kartu kredit dan debit mencapai Rp168 triliun tumbuh 4 persen, uang elektronik Rp874 miliar tumbuh 6,8 persen, serta transaksi transfer Rp22,8 triliun tumbuh 11,8 persen.
Sementara itu, ekspor menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar.
“Sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tahun 2025 menurut pengeluaran, ekspor menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 3,71 persen diikuti PMTB sebesar 0,60 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 0,72 persen,” katanya.
Kaltim Kontributor Utama Ekonomi Kalimantan
Secara spasial, kontribusi ekonomi wilayah Kalimantan terhadap ekonomi nasional mencapai 8,21 persen dengan pertumbuhan 4,79 persen. Di kawasan tersebut, Kaltim masih menjadi penyumbang terbesar.
“Kalimantan Timur masih menjadi kontributor perekonomian di Kalimantan dengan kontribusi sebesar 46,31 persen,” tutup Mas’ud.
(raf)
- SILPA Rp78 Miliar Jadi Modal Awal Fiskal 2026, DPRD Samarinda Bedah Neraca dan Utang Pemkot
- Belanja Pegawai Mahakam Ulu dan Paser 2026: Naik 24 % dan 9 %
- Perkim Samarinda Siap Tuntaskan 118 Hektare Kawasan Kumuh, Tapi Anggaran Belum Ada
- Ada Mantan Napi Jadi Kepala Sekolah, Syahariah Mas’ud: Jangan sampai Pak Gubernur yang Dikorbankan
Tag




