Namun ekspor pupuk meningkat menjadi 615 juta dolar AS dan pupuk kimia mencapai 501,01 juta dolar AS.
Masih Didominasi Sektor Tambang
Berdasarkan distribusi lapangan usaha sepanjang 2025, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar ekonomi Kaltim.
“Distribusi terbesarnya yaitu sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 34,18 persen, industri pengolahan sebesar 20,12 persen, konstruksi 11,58 persen, pertanian 9,58 persen dan perdagangan sebesar 7,62 persen,” ungkap Mas’ud.
Total dari kontribusi lima lapangan usaha ini adalah sebesar 83,08 persen.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025 yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,03 persen.
"Didorong oleh bertambahnya berbagai usaha Food and Beverage (FnB) hingga terselenggaranya berbagai event kuliner dan program Makan Bergizi Gratis," jelasnya.
Namun, ia mencatat sektor pertambangan dan konstruksi mengalami kontraksi.
“Lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen akibat turunnya produksi minyak bumi, gas alam serta batubara dan penurunan nilai ekspor,” katanya.
Sementara sektor konstruksi mengalami kontraksi sekitar 0,7 persen akibat efisiensi anggaran pemerintah dan selesainya beberapa proyek strategis nasional.
Sebaliknya, industri pengolahan tumbuh signifikan sebesar 12,68 persen didorong hilirisasi mineral, industri pupuk dan bahan kimia, serta ekspansi pengolahan kelapa sawit.
Konsumsi Rumah Tangga dan Ekspor Jadi Penopang
Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor dan PMTB menjadi penyumbang terbesar ekonomi Kaltim.
Tag



