Arus Publik

ARUS DATA

Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,53 Persen Sepanjang 2025, Melambat dari Tahun Sebelumnya

Senin, 9 Februari 2026 21:31

MELAMBAT - Ekonomi Kaltim tumbuh 4,53 Persen sepanjang 2025, melambat dibandingkan 2024. (IST)

ARUSBAWAH.COBadan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat ekonomi Kalimantan Timur sepanjang 2025 tumbuh 4,53 persen secara kumulatif, meski melambat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 6,7 persen.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, memaparkan berbagai indikator mulai dari pertumbuhan ekonomi, kinerja ekspor-impor, hingga kontribusi sektor usaha dalam pemaparan resmi terbaru.

“Secara kumulatif ekonomi Kalimantan Timur pada tahun 2025 tumbuh sebesar 4,53 persen. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya angka ini menunjukkan perlambatan dimana pada tahun 2024 ekonomi Kalimantan Timur tumbuh sebesar 6,17 persen,” jelas Mas'ud, ditilik dari YouTube BPS Kaltim, Senin (09/02/2026).

Mitra dagang masih tumbuh, namun ekspor tertekan

Mas’ud menyebut kondisi ekonomi negara mitra dagang utama Kaltim masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2025.

“Beberapa negara yang menjadi mitra dagang Provinsi Kalimantan Timur ekonomi masih mengalami pertumbuhan seperti Cina yang tumbuh sebesar 4,7 persen, India 6,5 persen, Filipina 5,6 persen, Jepang 1,1 persen, Malaysia 4,3 persen, Vietnam 6,7 persen dan Uni Eropa 1,6 persen,” katanya.

Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan di sektor perdagangan. Ekspor hasil tambang turun 18,79 persen, sedangkan ekspor hasil industri meningkat 7,32 persen.

“Volume impor batubara China pada tahun 2025 turun sebesar 9,63 persen disebabkan peningkatan produksi batubara domestik di China serta pesatnya ekspansi sumber energi terbarukan,” ujarnya.

Ia menambahkan impor non-coking coal India juga turun 6 persen karena penurunan produksi listrik berbasis batubara serta peningkatan energi terbarukan dan pasokan domestik.

Dari sisi perdagangan luar negeri, neraca perdagangan Kaltim masih mencatat surplus.

“Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Timur sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebanyak 16,07 miliar dolar AS, turun sebesar 18,31 persen dibanding tahun 2024,” jelasnya.

Sementara itu, ekspor nonmigas turun 14,04 persen dengan nilai 19,05 miliar dolar AS, sedangkan impor migas meningkat 11,38 persen menjadi 3,9 miliar dolar AS.

“Ekspor batubara dari Kalimantan Timur nilainya sebesar 14,6 miliar dolar AS turun sebesar 18,7 persen. Ekspor lemak dan minyak sebesar 2,6 miliar dolar AS turun sekitar 1,3 persen,” kata Mas’ud.

Tag

MORE