Tantangan terbesar bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur setelah menetapkan anggaran ini adalah bagaimana memutar kembali limpahan uang dari pajak bahan bakar tersebut ke sektor pembangunan jangka panjang.
Dalam dokumen APBD 2026, pemerintah daerah untungnya sudah menyiapkan dana Belanja Modal sebesar Rp1,06 triliun.
Anggaran ini memang dikhususkan untuk membangun fasilitas fisik yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dari dana tersebut, porsi paling besar dialokasikan untuk perbaikan atau pembangunan jalan, jembatan, dan jaringan irigasi sawah dengan nilai Rp470,39 miliar.
Selain itu, ada juga anggaran sebesar Rp352,66 miliar yang disiapkan untuk pengadaan berbagai peralatan dan mesin penunjang kerja daerah.
Lewat pembagian anggaran yang tepat sasaran ini, uang yang didapat dari tingginya konsumsi bahan bakar kendaraan saat ini diharapkan bisa melahirkan pusat-pusat ekonomi baru di luar sektor tambang.
Dengan memperbaiki jalan penghubung antarkota, membangun fasilitas pertanian, dan juga membenahi tempat wisata, Kalimantan Timur akan punya fondasi ekonomi yang tetap kuat dan mandiri, bahkan ketika era bahan bakar fosil nanti mulai memudar. (tan)
- Besaran Hibah Pemkot Samarinda ke Instansi Vertikal 2025 - 2026, KPK Sudah Pernah Bikin Statement
- Perkim Samarinda Fokus Kurangi Kawasan Kumuh Meski APBD Terbatas, Prioritaskan Item Paling Mendesak
- DPRD Samarinda Pernah Usulkan SPP Gratis untuk Siswa Tak Lolos Negeri, Dinilai Juga Bisa Selamatkan Sekolah Swasta
Tag




