Ketegangan ini juga merembet ke soal efektivitas demonstrasi.
Sudarno pun mempertanyakan sampai kapan aksi demonstrasi ini akan terus dilakukan.
Ia mengklaim bahwa semua kritikan selama ini sebenarnya sudah didengar dan dijawab langsung oleh Gubernur Rudi Mas'ud.
Namun, Fathur Rahman membalas dengan mengingatkan Sudarno tentang sejarah gerakan 1998 yang sering dibanggakan para politisi senior.
Fathur merasa aneh jika seorang mantan aktivis '98 justru mempertanyakan kapan sebuah demonstrasi akan berhenti.
"Dia bilang aktivis '98, tapi dia tanya kapan demo berhenti? Tahun '98 itu demonya tidak berhenti sampai tuntutannya dijawab. Sekarang pertanyaannya, apakah kritik kami sudah dijawab nyata atau cuma permintaan maaf yang berulang-ulang? Kami menjaga marwah Kaltim," cecar Fathur.
Fathur memastikan bahwa gerakan Aliansi Rakyat Kaltim tetap pada jalurnya meski ada upaya-upaya penggembosan lewat materi maupun narasi stabilitas ekonomi.
Isu suap Rp50 juta ini pun kini menjadi diskursus publik di Kaltim, menguji sejauh mana integritas mahasiswa dan transparansi di lingkaran kekuasaan saat ini. (son)
- BREAKING NEWS - Sudah Dikonsultasikan ke Kemendagri, Wakil Ketua Dewan Sebut 10 Juni soal Hak Angket! Tinggal Diputuskan Banmus
- Hasan Mas'ud Malah Tanya Wartawan soal Surat Konsultasi Dewan ke Kemendagri, Padahal Surat Undangan Ada Tanda Tangannya
- DPRD Kaltim Konsultasi Hak Angket ke Kemendagri, Dinilai Tak Relevan dan Mengulur-ulur Waktu
Tag




