Arus Publik

SPMB

SPMB Samarinda: Gagal Masuk SMP Terdekat, Siswa Palaran Dapat Sekolah Jarak 7,8 Kilometer

WAWANCARA - Nur Ningsih (48)/ Arusbawah.co

Datang ke Sekolah, Tapi Diminta Daftar dari Rumah

Di tengah kebingungan menghadapi penolakan sistem, Nur sempat mendatangi langsung SMP Negeri 14 untuk meminta penjelasan.

Ia berharap ada bantuan atau setidaknya arahan mengenai langkah yang harus dilakukan agar anaknya tetap memiliki kesempatan bersekolah.

Namun harapan itu tidak terpenuhi.

Menurutnya, pihak sekolah meminta seluruh proses dilakukan secara daring.

Ia bahkan mengaku tidak diperbolehkan melakukan proses pendaftaran dari sekolah.

"Saya datang ke sekolah. Tapi disuruh daftar online dari rumah. Tidak dibantu untuk proses pendaftarannya," ungkapnya.

Selama proses tersebut, kata Nur, tidak ada pendampingan khusus ketika sistem terus menolak pendaftaran.

Yang muncul di aplikasi hanya pemberitahuan agar memilih sekolah lain.

"Di aplikasi cuma muncul notifikasi supaya pilih sekolah lain," ujarnya.

Situasi itu membuatnya harus mencari sendiri sekolah tujuan berikutnya tanpa mengetahui peluang diterima di masing-masing sekolah.

Bagi Nur, persoalan utamanya bukan sekadar soal diterima atau tidak diterima di sekolah negeri.

Yang ia pertanyakan adalah mengapa anak yang tinggal di wilayah Palaran justru harus bersekolah hampir delapan kilometer dari rumah, sementara tujuan utama sistem domisili adalah mendekatkan peserta didik dengan sekolah terdekat.

"Yang penting sebenarnya anak bisa sekolah dekat rumah. Tapi kenyataannya harus jauh," tuturnya. 

(raf)

 

 

Tag

MORE