ARUSBAWAH.CO - Di atas kertas, persoalan daya tampung SMP di Kota Samarinda sebenarnya nyaris tidak ada.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menyiapkan 14.512 kursi SMP untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Jumlah itu bahkan melampaui jumlah lulusan SD tahun ini yang tercatat sebanyak 13.079 siswa.
Artinya, secara keseluruhan masih terdapat surplus 1.433 kursi yang tersebar di sekolah negeri maupun swasta.
Rinciannya, SMP negeri menyediakan 10.053 kursi, sedangkan SMP swasta menyiapkan 4.459 kursi.
Namun, kelebihan daya tampung tersebut tidak serta-merta membuat proses SPMB berjalan tanpa persoalan.
Faktanya, setiap tahun masih muncul keluhan orang tua karena anak mereka gagal memperoleh bangku di SMP negeri.
Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, menjelaskan akar persoalannya bukan terletak pada jumlah kursi yang tersedia, melainkan pada pola pilihan masyarakat yang masih terpusat di sejumlah sekolah negeri favorit.
"Secara umum tidak ada persoalan kekurangan kursi sekolah di Samarinda. Daya tampung yang tersedia masih mampu mengakomodasi seluruh lulusan SD tahun ini," ujar Ibnu, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, sebagian besar calon peserta didik masih berlomba-lomba masuk ke sekolah yang dianggap favorit.
Sementara sekolah lain, terutama yang berada di luar pusat kota maupun sekolah swasta, masih memiliki kursi yang belum terisi.
"Masalahnya bukan pada jumlah kursi, tetapi konsentrasi pendaftar yang masih menumpuk di sekolah-sekolah favorit," tegasnya.




