ARUSBAWAH.CO - Para pengemudi ojek online di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali bersuara lantang atas sikap aplikator Gojek dan Grab yang kembali tidak mematuhi kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi terkait penghapusan program promosi.
Salah satu suara protes paling keras disampaikan Ivan Jaya, Ketua Bubuhan Driver Gojek Samarinda (Budgos), yang menyebut aplikator Grab dan Gojek telah mengingkari keputusan dari pemerintah.
Ivan mengungkapkan bawah Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama Dinas Perhubungan dan perwakilan kedua aplikator Grab dan Gojek telah sepakat untuk menghapus seluruh fitur promosi seperti promo hemat, slot, goceng dan double order pada layanan pengantaran makanan.
Uji coba penghapusan itu telah dijalankan selama tiga bulan, dimulai Jumat, 11 Juli 2025 lalu.
Tarif Justru Turun, Driver Merugi Besar
Namun kenyataan di lapangan disebut Ivan berbanding terbalik.
Alih-alih menghapus fitur-fitur tersebut, aplikator justru menurunkan tarif batas bawah (TBB) untuk layanan promosi menjadi Rp7.500.
Padahal, dalam skema tarif reguler yang diminta oleh para pengemudi, batas bawah seharusnya di kisaran Rp8.800 untuk Gojek dan Rp8.400 untuk Grab.
“Kami jelas menolak penerapan TBB Rp7.500 untuk program slot dan double order ini. Harusnya bukan penyesuaian tarif, tapi penghapusan total fitur promo itu sesuai dengan keputusan rapat dengan Wagub,” tegas Ivan saat dihubungi wartawan Arusbawah.co, Jumat (11/7).
- Maxim Akhirnya Tunduk Aturan Gubernur, Tapi Gojek dan Grab Masih Langgar Larangan Promo Hemat
- Driver Ojol Tak Lagi Untung, Pemprov Kaltim Kirim Surat ke Kemenhub! Larang Operasional untuk Aplikator Bandel
- Janji Bengkel Gratis Pertamina untuk Korban BBM Bermasalah Tak Kunjung Terwujud, Koordinator Ojol Samarinda: Kami Dibohongi




