Perjalanan dari Wartawan, Ketua RT hingga Menjadi Anggota DPRD Balikpapan
Perjalanan hidup Sofyan Jufri memang tidak berlangsung singkat.
Sebelum akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Balikpapan periode 2024-2029 dari Fraksi PKB, ia sempat menjadi Ketua RT di Lamaru setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di Samarinda.
Keputusan itu bahkan disebutnya sebagai keputusan paling berat dalam hidup.
Saat itu ia sudah memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang cukup.
Namun ia memilih pulang ke Balikpapan karena ingin lebih dekat dengan keluarga sekaligus mendampingi warga yang sedang menghadapi persoalan hubungan industrial.
Advokasi terhadap puluhan buruh di kawasan Pantai Lamaru menjadi titik balik yang mengubah jalan hidupnya.
Tak lama setelah itu, tokoh masyarakat meminta dirinya maju sebagai Ketua RT.
Padahal honor Ketua RT saat itu hanya sekitar Rp750 ribu setiap bulan yang dibayarkan per tiga bulan.
Namun dorongan ayahnya membuat Sofyan Jufri mantap menerima amanah tersebut.
Menurut sang ayah, sudah waktunya ia membalas jasa masyarakat yang selama ini ikut menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarganya.
Dari Ketua RT, Sofyan Jufri kemudian mencoba peruntungan di dunia politik.
Ia sempat gagal.
Namun tidak menyerah.
Pada Pemilu 2024, perjuangannya akhirnya membuahkan hasil.
Sofyan Jufri berhasil meraih 3.191 suara di Daerah Pemilihan V Balikpapan Timur dan mengantarkannya duduk sebagai anggota DPRD Balikpapan periode 2024-2029.
Meski kini sudah menjadi anggota legislatif, satu kebiasaan yang dibawanya sejak menjadi wartawan masih tetap dipertahankan.
Ia memilih turun langsung menemui masyarakat dibanding menunggu warga datang ke kantor DPRD.
"Reses itu memang kewajiban. Tapi buat saya mendengar masyarakat tidak harus menunggu reses. Bisa saat ngopi, main catur, atau duduk di warung. Justru di situ orang bicara paling jujur," kata Sofyan.
Bagi Sofyan Jufri, pena memang sudah ia letakkan.
Namun semangat yang dulu ia bawa ketika menjadi wartawan, menurutnya, belum pernah berubah.
Kata dia, yang berubah hanyalah ruang perjuangannya.
Jika dulu suara rakyat ia tuliskan dalam berita, kini suara yang sama ia coba perjuangkan dari dalam ruang parlemen Balikpapan.
(sobizz/wan)
- Buku Ayub Tawarkan Gagasan: DAS Mahakam Tak Cukup Dijaga, Harus Jadi Sumber PAD
- Sosok Chatarina Muliana Girsang Kajati Kaltim yang Baru Menjabat, Masuk Tim Khusus Perkara Febrie Adriansyah
- Empat Pejabat Pemprov Kaltim Emban Dua Jabatan, Ada Irhamsyah, Ririn Sari Dewi hingga Ahmad Muzakkir
- Jadwal Bus Balikpapan-Samarinda Terbaru, Tersedia Keberangkatan Pagi hingga Malam, Cek Jam dan Harga Tiket
Tag




