Arus Publik

Ngopi Bareng Sopir hingga OB, Cara Mantan Wartawan Sofyan Jufri Menjaga Telinganya Tetap Dekat dengan Suara Rakyat

BERBINCANG - Mantan Wartawan yang kini jadi anggota DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri berkesah soal perjalannya menuju kursi legislatif kepada redaksi pada, Rabu (15/6/2026) lalu/Arusbawah.co

Perjalanan dari Wartawan, Ketua RT hingga Menjadi Anggota DPRD Balikpapan

Perjalanan hidup Sofyan Jufri memang tidak berlangsung singkat.

Sebelum akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Balikpapan periode 2024-2029 dari Fraksi PKB, ia sempat menjadi Ketua RT di Lamaru setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di Samarinda.

Keputusan itu bahkan disebutnya sebagai keputusan paling berat dalam hidup.

Saat itu ia sudah memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang cukup.

Namun ia memilih pulang ke Balikpapan karena ingin lebih dekat dengan keluarga sekaligus mendampingi warga yang sedang menghadapi persoalan hubungan industrial.

Advokasi terhadap puluhan buruh di kawasan Pantai Lamaru menjadi titik balik yang mengubah jalan hidupnya.

Tak lama setelah itu, tokoh masyarakat meminta dirinya maju sebagai Ketua RT.

Padahal honor Ketua RT saat itu hanya sekitar Rp750 ribu setiap bulan yang dibayarkan per tiga bulan.

Namun dorongan ayahnya membuat Sofyan Jufri mantap menerima amanah tersebut.

Menurut sang ayah, sudah waktunya ia membalas jasa masyarakat yang selama ini ikut menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarganya.

Dari Ketua RT, Sofyan Jufri kemudian mencoba peruntungan di dunia politik.

Ia sempat gagal.

Namun tidak menyerah.

Pada Pemilu 2024, perjuangannya akhirnya membuahkan hasil.

Sofyan Jufri berhasil meraih 3.191 suara di Daerah Pemilihan V Balikpapan Timur dan mengantarkannya duduk sebagai anggota DPRD Balikpapan periode 2024-2029.

Meski kini sudah menjadi anggota legislatif, satu kebiasaan yang dibawanya sejak menjadi wartawan masih tetap dipertahankan.

Ia memilih turun langsung menemui masyarakat dibanding menunggu warga datang ke kantor DPRD.

"Reses itu memang kewajiban. Tapi buat saya mendengar masyarakat tidak harus menunggu reses. Bisa saat ngopi, main catur, atau duduk di warung. Justru di situ orang bicara paling jujur," kata Sofyan.

Bagi Sofyan Jufri, pena memang sudah ia letakkan.

Namun semangat yang dulu ia bawa ketika menjadi wartawan, menurutnya, belum pernah berubah.

Kata dia, yang berubah hanyalah ruang perjuangannya.

Jika dulu suara rakyat ia tuliskan dalam berita, kini suara yang sama ia coba perjuangkan dari dalam ruang parlemen Balikpapan.

(sobizz/wan)

 

Tag

MORE