Arus Publik

Seleksi Direksi BUMD Kaltim

Melacak Calon Pimpinan Perusda Kaltim, Pertarungan Tiga Besar Ada Eks Caleg hingga Dosen

Seleksi Direksi Perusda Kaltim Memasuki Babak Akhir

Kamis, 4 September 2025 22:16

Foto: Pengumuman 3 besar nama-nama Calon Pimpinan Perusda Kaltim/IST

Di PT KMBS, selain Aji Abidharta, ada Dodot Tri Widodo, mantan Direktur Perusda Tugu Aneka Usaha Kota Malang, serta Sarikun, dosen hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda sekaligus advokat.

Untuk posisi Direktur Operasional PT KMBS, ada Khairul Fadly, eks Dirut PD Pergudangan Aneka Usaha (kini Varia Niaga) Samarinda, Oni Fakhrizni, pengusaha sekaligus eks caleg Golkar; dan Rano Hardani, petahana di posisi yang sama.

Sedangkan untuk Direktur Keuangan PT KMBS, salah satu kandidat adalah Dovist Calvino, pejabat internal KMBS yang lama berkarier di bidang pengembangan bisnis.

Di PT MMPKT, kursi Direktur Utama diperebutkan Edy Kurniawan (petahana) dengan Akbar Soetantyo (Direktur Operasional MMPKT). 

Untuk Direktur Keuangan dan SDM, ada Abdul Azis Muslim (Kepala SPI MMPKT), Ari Nugroho Wibisono (Manajer Umum dan CSR MMPKT), serta Samsudin, eks Direktur Utama PT Djarum Samsoe Energi.

Untuk PT Ketenagalistrikan Kaltim, Direktur Utama diisi nama Supiansyah (petahana) dan Siti Hamnah Ahsan, eks Direktur PD Bontang Migas dan Energi serta Wahyudin (Ketua Honorer Kaltim).

Sementara kursi Direktur Utama PD Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera diperebutkan Widyasmoro Eko Prawito (Ketua Baznas Samarinda), Yusmarsono (pengusaha benih, eks caleg Golkar), dan Yusri (Sekretaris DPD HKTI Kaltim).

Untuk PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera, kandidat Direktur Operasional adalah Musdhalifah Adam, Nurul Harmani Wirawan, serta A Adhigustiawarman F, mantan kader Golkar. 

 

Bayang-Bayang Politik

Sejumlah nama memunculkan pertanyaan publik. 

Beberapa calon ternyata pernah terlibat politik praktis, baik sebagai kader partai maupun caleg di Pileg 2024 lalu. 

Hal itu menimbulkan keraguan soal independensi dan objektivitas proses seleksi.

Mengenai hal itu, Pengamat kebijakan publik Saiful Bahtiar menilai, informasi soal para calon masih minim. 

“Seharusnya informasi itu diberikan secara komprehensif, bukan hanya nama tapi juga latar belakang,” tegas akademikus Universitas Mulawarman itu.

Ia juga mengkritisi adanya mantan caleg atau kader partai yang masuk seleksi. 

Tag

MORE