Arus Publik

LPTQ Kaltim

Lomba Azan–Tilawah Ramai, Tapi Siap Naik ke MTQ? Ini Kata LPTQ Kaltim

Rabu, 25 Februari 2026 11:51

NARASUMBER - Bidang Perhakiman Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Kaltim, Sidik Amrillah/ Arusbawah.co

Karena itu, pembinaan dinilai harus dilakukan secara konsisten. Tidak cukup dengan lomba dua hari, lalu selesai. Latihan bisa dilakukan sederhana, asalkan rutin.

“Silakan latihan, tidak perlu lama, yang penting konsisten. Sekarang bisa belajar dari rekaman, diulang-ulang,” tambahnya.

Sekolah Bisa Jadi Basis Pembinaan Daerah

Sidik juga mendorong agar pola yang dilakukan SMA Negeri 5 Samarinda bisa direplikasi oleh sekolah lain di Samarinda maupun seluruh Kalimantan Timur.

Ia menegaskan, LPTQ terbuka untuk bekerja sama, bukan hanya sebagai juri, tetapi juga sebagai mitra pembinaan dan pemetaan potensi siswa secara lebih profesional.

“Kami di LPTQ terbuka. Sekolah-sekolah lain kalau mau membuat kegiatan seperti ini, silakan bekerja sama dengan kami,” tegasnya.

Menurutnya, jika kegiatan sekolah terhubung dengan sistem pembinaan MTQ, maka lomba internal tidak lagi berhenti sebagai ajang seremonial, melainkan menjadi bagian dari proses seleksi menuju kompetisi yang lebih tinggi.

“Lewat kegiatan seperti ini, kita bisa melihat potensi anak-anak. Dari situ bisa kita arahkan dan dilatih. Ini bukan sekadar lomba, tapi motivasi,” tutupnya. (sobizz/isa)

 

Tag

MORE