ARUSBAWAH.CO - Tahun kedua kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji menjadi momentum pembuktian Program GratisPol Pendidikan.
Jika tahun pertama adalah fase adaptasi, maka 2026 bisa menjadi tahun konsolidasi dan ekspansi besar-besaran.
Lalu, seberapa potensial sebenarnya GratisPol jika membaca tiga data yang ada: pagu 2026, serapan 2025, dan rekam jejak beasiswa Kaltim Tuntas serta Stimulan 2019–2023?
Tim riset Arusbawah.co, membedahnya berdasarkan data yang didapatkan, meliputi serapan anggaran Gratispol 2025, rencana kerja GratisPol 2026, Laporan Beasiswa Kaltim Tuntas serta Stimulan 2019 - 2023 hingga pada proses wawancara narasumber.
Lonjakan Pagu 2026: Anggaran Tembus Rp1,3 Triliun Lebih
Data yang diterima Arusbawah.co dari Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah menjabarkan bahwa pada 2026 ini, total pagu Program Unggulan GratisPol mencapai lebih dari Rp1,37 triliun.
Rinciannya sebagai berikut:
- GratisPol S1: Rp1,18 triliun (149.307 penerima)
- GratisPol S2–S3: Rp133,6 miliar (7.449 penerima)
- GratisPol Luar Kaltim: Rp12,87 miliar (892 penerima)
- GratisPol Luar Negeri: Rp14,84 miliar (133 penerima)
- GratisPol Khusus: Rp34,5 miliar (1.200 penerima)
Jika seluruh skema dijalankan optimal, total penerima manfaat bisa menyentuh lebih dari 158 ribu orang.
Ini kemudian tim redaksi coba bandingkan dengan era Kaltim Tuntas dan Stimulan 2019–2023:
- Total penerima Tuntas (5 tahun): 25.358 orang
- Total penerima Mahasiswa Stimulan: 44.273 orang

Artinya, satu tahun GratisPol di tahun 2026 ini, jika berjalan lancar tanpa kendala berarti, berpotensi melampaui capaian lima tahun program sebelumnya.
"Ya memang demikian, Ini bukan sekadar beda angka. Ini perubahan skala," ucap Dasmiah.
Serapan 2025: Seberapa Banyak Penerima GratisPol di Tahun Pertama?
Berdasarkan data serapan, total penerima manfaat tahun 2025 tercatat sebanyak 24.890 mahasiswa dengan anggaran yang terserap mencapai Rp133,38 miliar.
Rinciannya, penerima terbanyak berasal dari kategori dalam daerah sebanyak 21.636 mahasiswa.
Sementara itu, penerima luar daerah tercatat 2.012 mahasiswa, luar negeri 71 mahasiswa, skema kerja sama 477 mahasiswa, dan afirmasi 694 mahasiswa.
Jika dibandingkan dengan target 2026 yang diproyeksikan menyentuh sekitar 158 ribu penerima, terdapat lonjakan signifikan yang harus dicapai pada tahun kedua pelaksanaan program.
"Kalau dibandingkan target 2026 yang mencapai 158 ribu penerima, artinya ada lonjakan hampir enam kali lipat yang harus dikejar," jelas Dasmiah.
Tag



