“Janji-janjinya seperti omong kosong. Bahkan hak penyandang disabilitas saja diambil. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.
Veronika juga menegaskan bahwa tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah pengembalian BST serta pemulihan hak-hak dasar penyandang disabilitas.
“Kami minta hak kami dikembalikan. Itu perjuangan utama hari ini,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi sikap aparat keamanan yang dinilai memberikan perlakuan baik kepada peserta aksi dari kalangan disabilitas.
“Aparat sangat membantu, bahkan memberikan perhatian khusus kepada teman-teman disabilitas. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Veronika berharap, aksi yang digelar dapat berjalan damai serta menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
“Kami ingin aksi ini tetap damai. Harapannya, pemerintah mendengar dan mengembalikan hak-hak disabilitas. Bumi Etam harus tetap damai,” pungkasnya. (raf)
- Bola Ada di DPRD, Kapan Ditendang? Publik Tunggu Keberanian Dewan Tanya Rudy soal Mobil Dinas - Rumah Jabatan
- “Ketika Wartawan Ditekan, Hak Publik Terancam”: Koalisi Pers Kaltim Bersuara soal Aksi 214
- Pasca-Demo 21 April: Pilar-pilar Pagar Kantor Gubernur Kaltim Dipenuhi Coretan Makian, Kawat Berduri Masih Terpasang
- Tak Nampak Batang Hidungnya di Aksi Demo Kaltim 21 April, Ke Mana Ketua DPRD Hasan Mas'ud?
Tag




