Arus Publik

Dugaan Kelalaian Medis di RS Pemerintah, Kuasa Hukum : Kedua Belah Pihak Sama-sama Memiliki Kelemahan

Kasus bayi Syahdu berujung damai dengan RSUD AWS

Jumat, 15 Mei 2026 21:19

Kuasa hukum keluarga bayi Syahdu saat menghadiri pertemuan dengan manajemen RSUD AWS terkait hasil audit internal kasus dugaan kelalaian medis/Foto: Arsubawah

Sikap melunak ini tentu berbeda dengan kondisi beberapa hari lalu. 

Pada awal Mei, Sudirman sempat marah besar kepada salah satu anggota Komisi IV DPRD Kaltim, dr. Andi. 

Saat itu, pihak DPRD menyebut kasus bayi Syahdu ini sebagai risiko medis biasa, sebelum rumah sakit selesai melakukan pemeriksaan internal.

Mengenai sikap kerasnya di masa lalu, Sudirman mengakuinya secara terbuka. 

Ia menjelaskan bahwa saat itu ia merespons keras karena merasa pihak DPRD terkesan buru-buru membela rumah sakit.

"Keras memang saya keras kemarin waktu merespons pernyataan dr. Andi. Karena kita melihat saat itu pihak DPRD lebih condong membela AWS. Makanya respons saya keras. Tapi kalau untuk hasil audit yang sekarang sudah keluar dari internal manajemen AWS, mereka sudah menyampaikan apa saja penyebabnya," jelas Sudirman.

Tolak Jalur Hukum Demi Kesembuhan Anak

Lebih lanjut, Sudirman menegaskan bahwa fokus paling penting saat ini adalah mengembalikan fungsi tangan Ananda Syahdu agar bisa bergerak normal lagi melalui terapi rutin (fisioterapi). 

Menurutnya, menyembuhkan tangan si anak jauh lebih mendesak daripada menghabiskan energi untuk saling tuntut di pengadilan.

Ia juga tahu bahwa publik ingin agar kasus ini dibawa ke jalur hukum untuk mencari siapa yang bersalah. 

Namun, sebagai pengacara, ia harus melihat nasib dan kondisi keluarga korban secara nyata di lapangan.

Tag

MORE