- Ratusan Driver Maxim Berdiri Depan Kantor Gubernur Kaltim, Seno Aji Akui Sudah Ada Diskusi
- Seno Aji Bilang Hapus Promo, Gojek-Grab Malah Turunkan Tarif Jadi Rp7.500! Driver: Kami Cuma Dapat Rp2.000
- Gojek Rp18.800, Grab Rp19.200, Maxim Masih Rp12.000, Driver Tuntut Cabut Operasional atas Pelanggaran SK Gubernur
Manajemen Aplikator Maxim Minta Driver Bersabar
Sementara itu, pihak manajemen Maxim Indonesia melalui Muhammad Rafi Assagaf, selaku Government Relations Specialist Samarinda, mengakui penyegelan kantor Maksim berdampak besar pada operasional, seperti verifikasi kendaraan, pemasangan stiker, dan layanan aplikasi.
Meski begitu, pihaknya meminta para mitra driver bersabar menunggu hasil evaluasi ke depan.
“Kantor tetap ditutup sementara selama masa evaluasi. Kami sudah advokasi ke pemerintah agar akun mitra tetap aman. Harapannya, revisi SK Gubernur nanti bisa jadi solusi jangka panjang agar tidak ada lagi penutupan berulang,” katanya.
Ia menyebut, revisi SK Gubernur akan dibahas dalam 14 hari kerja ke depan dengan melibatkan aplikator Grab, Gojek, Maksim serta driver.
Rafi menegaskan perusahaan berkomitmen mencari jalan tengah bersama pemerintah daerah.
Kami bersama Pemprov akan kejar-kejaran waktu 14 hari kerja untuk mencari rumusan yang sesuai. Mitra harus mendapatkan penghasilan yang layak, tapi regulasi juga harus jelas dan tidak abu-abu. Namun untuk saat ini, kami belum bisa menyepakati tarif Rp18.800 per 4 kilometer,” jelas Rafi.
Pemprov Kaltim Janji Revisi SK Gubernur dalam 14 Hari dan Buka Kantor
Menanggapi aksi protes tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan Pemprov tidak berniat menzalimi driver.
Tag



