Ia mengingatkan agar pengambil kebijakan tidak mengulangi kesalahan dengan menunjuk pemimpin yang rekam jejaknya pernah dipersoalkan.
“Memilih seseorang untuk duduk di kursi pemimpin sementara dia sudah pernah gagal menjalankan mandat adalah kekeliruan dan kesalahan yang kita ulang," kata Castro.
Menurutnya, upaya menegakkan prinsip, terutama yang berkaitan dengan integritas, dalam sektor pendidikan tidak boleh diremehkan.
“Masih banyak yang lain yang punya kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang bagus," pungkasnya.
(raf)
Baca juga:
- Tarif PDAM Samarinda Naik 9 Persen pada 2026, DPRD: Warga Jangan Dikasih 'Air Kopi'
- Ketua PUSHAM Unmul: Konten Diskriminatif terhadap Disabilitas Bukan Candaan, Itu Kekerasan Simbolik
- Eksepsi Dayang Donna usai Kini Berompi Oranye KPK, Persoalkan Pasal Turut Serta
- Evaluasi PAD Samarinda 2025: Pajak Belum Capai Target, DPRD Soroti Potensi PBJT Rumah Makan dan Kinerja BUMD
Tag




