Arus Publik

Samarinda Terkini

Evaluasi PAD Samarinda 2025: Pajak Belum Capai Target, DPRD Soroti Potensi PBJT Rumah Makan dan Kinerja BUMD

Jumat, 6 Februari 2026 21:8

Potret Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi dan Kepala Bapenda Samarinda, Cahya Ernawan/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Komisi II DPRD Kota Samarinda menyoroti sejumlah catatan penting dalam evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 usai hearing bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Gedung DPRD Samarinda, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi PAD Samarinda tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

"Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pajak daerah," jelas Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, kepada awak media. 

Legislator PDIP itu menyebut tren PAD menunjukkan pertumbuhan positif sejak 2019.

“Secara tren sejak 2019 PAD kita positif dan terus meningkat. Tapi kami melihat masih banyak potensi yang bisa digali dan dimaksimalkan,” ujarnya.

Ke depan, DPRD menargetkan postur APBD dapat bertumpu hingga 50 persen dari PAD dalam lima tahun mendatang.

"Sehingga misalkan ada pemangkasan transfer ke daerah (TKD) kita aman," jelasnya. 

Potensi Besar Pajak Rumah Makan

Iswandi menilai potensi PAD terbesar yang masih bisa dimaksimalkan berada pada PBJT atas makanan dan minuman.

Menurutnya, penerimaan dari sektor ini pada 2025 yang mencapai angka 144 miliar, tak menutup kemungkinan akan menembus Rp200 miliar jika pengawasan dan kepatuhan ditingkatkan.

“Kendalanya kadang ada pelaku usaha yang nakal, tidak menyetorkan atau menyetor tapi hanya setengah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti mesin perekam transaksi dan alat pemantauan pajak, untuk memaksimalkan potensi penerimaan sekaligus meningkatkan transparansi.

“Mesin atau alat transaksi yang sudah disebarkan Bapenda saat ini jumlahnya masih terbatas, baru sekitar 120 unit,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika nilai investasinya tidak terlalu besar, pengadaan tambahan alat tersebut dapat dianggarkan melalui APBD.

“Atau mungkin bank-bank juga bisa dilibatkan melalui program CSR untuk membeli alat itu," ujarnya.

Tag

MORE