Menurutnya, jalannya aksi unjuk rasa serta orasi keras dari tokoh-tokoh adat di lapangan terjadi secara spontan karena masyarakat memang sedang kecewa.
"Semua pembicaraan saat demo murni keluar dari mulut masyarakat sendiri. Tidak ada titipan atau settingan dari pejabat mana pun. Saya berani bertaruh untuk menegaskan bahwa gerakan kami ini murni," tegasnya.
Aliansi Biasa Berkomunikasi dengan Banyak Pihak
Selain menjelaskan soal foto Wakil Gubernur, Aliansi menyatakan bahwa mereka adalah gerakan yang terbuka.
Sebagai perwakilan suara masyarakat, mereka sudah biasa mengirim surat atau berkomunikasi dengan banyak tokoh penting di Kaltim secara terang-terangan.
Lukman memberi contoh bahwa Aliansi juga pernah berkirim surat resmi kepada Budi Satrio dari Gerindra.
Pola komunikasi seperti itu dinilai sebagai hal yang biasa dalam organisasi untuk menyampaikan aspirasi, dan bukan berarti mereka dikendalikan oleh orang di balik layar.
Dengan adanya bukti tanggal foto ini, Aliansi berharap masyarakat Kaltim bisa melihat masalah ini secara jernih dan tidak mudah percaya dengan video-video di media sosial yang memotong fakta atau menggunakan dokumentasi lama untuk menggiring opini. (son)
- Sudarno Singgung Masa Lalu Pekerjaan Humas Aliansi, Lukman: Saya Lebih Memilih Posisi Terhormat Sebagai Rakyat dan Ojol, Daripada Menjadi Penjilat
- Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk 9 Kantor Partai, Demokrat dan PPP Tak Bisa Ditemui
- Hasan Mas'ud Malah Tanya Wartawan soal Surat Konsultasi Dewan ke Kemendagri, Padahal Surat Undangan Ada Tanda Tangannya




