ARUSBAWAH.CO - Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) menjawab soal video viral di Instagram yang diunggah oleh akun @Kaltim.flash pada 23 Mei 2026.
Video tersebut menyebarkan sebuah foto pertemuan dan menuduh gerakan unjuk rasa Aksi 215 mereka sebagai aksi "pesanan" politik hasil konspirasi dengan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.
Konten itu mempertanyakan mengapa massa pendemo malah bertemu Wakil Gubernur, bukan menemui Gubernur Kaltim, Rudy, yang menjadi sasaran utama unjuk rasa.
Bukti Foto Ternyata Diambil Tahun Lalu
Menanggapi tuduhan tersebut, Humas Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Lukman Nil Hakim, langsung membeberkan bukti pada Senin (25/5/2026).
Lukman menunjukkan foto asli yang tercatat diambil pada tanggal 8 Desember 2025.
Berdasarkan bukti tersebut, Lukman menyatakan bahwa foto pertemuan yang viral itu diambil hampir setengah tahun lalu.
Menurut penjelasannya, pertemuan itu terjadi jauh sebelum rencana demonstrasi Aksi 215 dimulai pada bulan Mei 2026 ini.
"Kami ingin meluruskan bahwa kabar tentang kami bertemu Wakil Gubernur sebelum demo itu adalah bohong atau hoaks. Tudingan di video itu sama sekali tidak punya dasar karena memakai foto lama yang sengaja disebarkan lagi," kata Lukman saat diwawancarai.
- BREAKINGNEWS - Ditetapkan! Paripurna Hak Angket Masuk Jadwal, Dilaksanakan 10 Juni 2026 Mendatang
- Sudarno Pastikan Uang Rp50 Juta Dugaan Sogok Jenlap bukan dari Tim Gubernur, Fathur: "Kenapa Kemudian Ada Pihak yang Merasa?"
- Gubernur Kaltim Nyatakan Setuju Hak Angket Secara Lisan Tapi Tolak Teken Berita Acara, Jofani: "Seorang Laki-Laki Itu Omongannya Harus Dipegang”
Cerita Asli di Balik Foto Bersama Wakil Gubernur
Lukman kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam foto tersebut agar masyarakat tidak salah paham.
Pertemuan di bulan Desember 2025 itu adalah acara silaturahmi biasa dari sebuah organisasi masyarakat bernama LSM JAGA Kaltim yang dipimpin oleh Mugeni.
Kehadiran Wakil Gubernur Seno Aji dalam ruangan itu adalah hal yang wajar.
Sebab, Seno Aji merupakan Pembina di dalam struktur organisasi LSM JAGA Kaltim tersebut, bukan karena sedang mengatur rencana demonstrasi.
"Waktu itu Ketua LSM JAGA, Saudara Mugeni, mengajak teman-teman untuk bersilaturahmi. Karena Pak Seno Aji adalah Pembina LSM kami, maka kami bertemu beliau. Jadi, itu murni acara internal organisasi tahun lalu," ujar Lukman.
Bantahan Demo "Titipan" Tokoh Politik
Pihak Aliansi juga membantah keras isu yang menyebut gerakan mereka disetir oleh pejabat daerah.
Mereka menegaskan bahwa Aksi 215 murni lahir dari keluhan dan tuntutan masyarakat bawah di Kalimantan Timur.
Lukman memastikan tidak ada campur tangan atau pesanan dari pihak luar, termasuk isu yang menyeret nama Wakil Gubernur Seno Aji maupun Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menurutnya, jalannya aksi unjuk rasa serta orasi keras dari tokoh-tokoh adat di lapangan terjadi secara spontan karena masyarakat memang sedang kecewa.
"Semua pembicaraan saat demo murni keluar dari mulut masyarakat sendiri. Tidak ada titipan atau settingan dari pejabat mana pun. Saya berani bertaruh untuk menegaskan bahwa gerakan kami ini murni," tegasnya.
Aliansi Biasa Berkomunikasi dengan Banyak Pihak
Selain menjelaskan soal foto Wakil Gubernur, Aliansi menyatakan bahwa mereka adalah gerakan yang terbuka.
Sebagai perwakilan suara masyarakat, mereka sudah biasa mengirim surat atau berkomunikasi dengan banyak tokoh penting di Kaltim secara terang-terangan.
Lukman memberi contoh bahwa Aliansi juga pernah berkirim surat resmi kepada Budi Satrio dari Gerindra.
Pola komunikasi seperti itu dinilai sebagai hal yang biasa dalam organisasi untuk menyampaikan aspirasi, dan bukan berarti mereka dikendalikan oleh orang di balik layar.
Dengan adanya bukti tanggal foto ini, Aliansi berharap masyarakat Kaltim bisa melihat masalah ini secara jernih dan tidak mudah percaya dengan video-video di media sosial yang memotong fakta atau menggunakan dokumentasi lama untuk menggiring opini. (son)
- Sudarno Singgung Masa Lalu Pekerjaan Humas Aliansi, Lukman: Saya Lebih Memilih Posisi Terhormat Sebagai Rakyat dan Ojol, Daripada Menjadi Penjilat
- Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk 9 Kantor Partai, Demokrat dan PPP Tak Bisa Ditemui
- Hasan Mas'ud Malah Tanya Wartawan soal Surat Konsultasi Dewan ke Kemendagri, Padahal Surat Undangan Ada Tanda Tangannya




