Menurutnya, hubungan antara wakil rakyat dan pemilih adalah kontrak moral yang tidak boleh dikhianati.
“Kita dipilih oleh rakyat. Tidak boleh kita khianati suara masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa legitimasi politik seorang anggota DPRD bersumber dari kepercayaan warga. Ketika kepercayaan itu disalahgunakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra individu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif secara keseluruhan.
Harapan Tak Ada Pokir DPRD Samarinda ke Luar Daerah
Meski bernada keras, Andi Harun menyampaikan harapan agar kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi.
Ia berharap seluruh anggota DPRD dari dapil Samarinda tetap konsisten memperjuangkan kepentingan kota dan warganya.
“Ya mudah-mudahan semuanya tetap di Samarinda. Mudah-mudahan tidak ada yang seperti itu,” tandasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bagi publik bahwa pengawasan terhadap wakil rakyat bukan hanya tugas lembaga formal, tetapi juga tanggung jawab masyarakat sipil dan media. (lis)
- Antrean Truk Beli Solar Subsidi di Samarinda, Dishub Coba Atur Mekanisme Pembelian! Pakai Sistem Nomor
- Tak Pernah Naik Selama 10 Tahun, Dana Bantuan Parpol di Samarinda Kini Meningkat! Total Rp3,1 Miliar Tahun Ini
- Mahasiswa Ngeluh Contact Person GratisPol Sulit Dihubungi, Kadiskominfo Kaltim: Chat Box Ada, di Web Ada
Tag




