ARUSBAWAH.CO - Kabupaten Paser telah ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026.
Ajang olahraga terbesar di level provinsi itu dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026.
Kepastian itu disepakati dalam rapat persiapan yang digelar di Kantor Bupati Paser, Selasa (7/4/2026) lalu.
Jadwal itu juga telah mendapat persetujuan Bupati Paser yang sekaligus menjabat Ketua Umum PB Porprov VIII Kaltim.
Kesiapan Venue Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Namun di balik penetapan itu, pekerjaan rumah besar masih membayangi.
Kesiapan venue belum sepenuhnya tuntas.
Hingga kini, dari total fasilitas yang disiapkan, baru 13 venue yang dinyatakan siap digunakan.
Sisanya disebut masih beragam, ada yang sudah mendekati rampung, ada yang dalam tahap penyempurnaan, bahkan ada yang progresnya baru menyentuh 50 persen.
Fokus pengerjaan saat ini masih berkutat pada tahap akhir seperti penataan lanskap hingga area parkir.
Detail yang sering dianggap sepele, tapi krusial saat ribuan atlet dan official memadati lokasi pertandingan.
Yenni Eviliana: Optimistis Meski Akui Persiapan Belum Tuntas
Wakil Ketua DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Kabupaten Paser, Yenni Eviliana, mengakui persiapan memang belum sepenuhnya tuntas.
Namun ia tetap mencoba optimistis.
“Kalau misalnya 80 sampai 95 persen pasti sudah siaplah. Kan kita juga mau Porprov ini berjalan dengan baik,” ujarnya Yenni saat berbincang dengan redaksi Arusbawah.co, pada Selasa (28/4/2026).
Yenni menyebut, seluruh daerah pasti menargetkan tampil maksimal, apalagi bagi tuan rumah yang punya ambisi lebih yakni juara umum.
“Kalau persiapan kan semua kabupaten kota pasti maksimal lah, mau jadi juara umum di mana-mana,” katanya.
Peluang Tuan Rumah dan Target Juara Umum
Sebagai tuan rumah, Paser memang punya peluang lebih besar.
Selain faktor dukungan publik, mereka juga bisa menurunkan atlet di hampir semua nomor pertandingan.
Dalam Porprov VIII Kaltim ini, sebanyak 64 cabang olahraga akan dipertandingkan.
Namun lima cabor terpaksa digelar di kabupaten lain karena keterbatasan sarana dan prasarana di Paser.
Ambisi Taekwondo Paser dan Realita Persaingan
Di sisi lain, Yenni yang juga menjabat Ketua Taekwondo Kabupaten Paser, secara terbuka mengakui ambisi sekaligus keterbatasan.
Ia ingin Paser tak sekadar jadi tuan rumah, tapi juga berbicara banyak di arena.
“Kalau bisa saya mau Paser juara umum lah. Apalagi taekwondo, saya ketuanya,” ucapnya.
Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap realitas.
Selama ini, dominasi medali terutama di taekwondo lebih banyak dikuasai Samarinda dan Balikpapan.
“Biasanya yang pegang itu Samarinda, kalau enggak Balikpapan,” katanya.
Pernyataan itu jadi sinyal bahwa ambisi Paser untuk meruntuhkan dominasi dua kota besar tersebut bukan perkara mudah.
Peluang Berat, Target Tetap Dipasang
Yenni bahkan secara jujur mengakui peluang juara umum di cabor taekwondo cukup berat.
“Ya saya maunya juara umum. Tapi untuk juara umum kayaknya agak sulit,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan target tetap harus dipasang, sekecil apa pun peluangnya.
“Walaupun 0,0 persen ya tetap saya sampaikan ke pelatih, ke teman-teman, kalau bisa cetak bibit-bibit terbaik di Kabupaten Paser,” tegasnya.
Momentum Kebangkitan dan Ujian Kesiapan Paser
Di tengah minimnya prestasi taekwondo Kaltim di level nasional dalam beberapa tahun terakhir, Porprov ini juga diharapkan jadi momentum kebangkitan.
Yenni berharap, siapapun atlet yang nantinya mewakili Kaltim di ajang nasional, bisa membawa nama daerah dengan lebih baik.
“Yang pasti membawa nama harum Kalimantan Timur, saya bangga. Karena itu bagian dari taekwondo,” katanya.
Porprov VIII Kaltim 2026 kini bukan sekadar soal siapa juara.
Tapi juga soal seberapa siap Paser membuktikan diri sebagai tuan rumah yang laya baik dari sisi infrastruktur maupun prestasi.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju November, publik akan menunggu: apakah target kesiapan 80–95 persen itu benar tercapai, atau justru menjadi angka optimisme yang terlalu dini.
(wan)




