Diskusi Jadi Ruang Curhat Warga
Tak hanya satu, beberapa warga lain juga mulai menyampaikan pengalaman mereka.
Ada yang mengaku jarang dilibatkan dalam musyawarah desa, ada pula yang merasa informasi pembangunan sering datang terlambat.
Diskusi yang awalnya formal pun berubah menjadi ruang curhat, sekaligus refleksi bersama tentang kondisi demokrasi di tingkat desa.
Didik Agung menegaskan, demokrasi sejatinya dimulai dari hal-hal kecil seperti keterbukaan informasi dan partisipasi warga di desa.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, agar tidak ada lagi jarak dalam memahami kebijakan publik.
“Demokrasi itu hidup kalau masyarakatnya berani bertanya, dan pemerintahnya siap menjawab,” tutupnya. (adv)
Baca juga:
Tag




