Transparansi Bukan Sekadar Laporan
Dalam forum tersebut, Didik menekankan bahwa transparansi bukan hanya soal laporan di atas kertas, tetapi bagaimana informasi itu benar-benar sampai dan dipahami warga.
Ia menyebut, keterbukaan anggaran seharusnya bisa diakses publik secara mudah, baik melalui papan informasi desa, forum musyawarah, maupun kanal digital.
“Jangan sampai anggaran itu hanya diketahui segelintir orang. Masyarakat harus tahu, karena itu uang rakyat,” tegasnya.
Narasumber Tekankan Peran Warga
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Sutardi dan Viktor Boni Silala.
Keduanya sepakat, transparansi tidak akan berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat.
Menurut mereka, warga tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi juga perlu berani bertanya dan mengawasi jalannya program pembangunan.
“Kalau masyarakat diam, maka kontrol sosial tidak berjalan,” ujar salah satu narasumber.
Tag



