Menurutnya, perusahaan daerah seharusnya bisa mengambil peran dalam proyek kelistrikan di kawasan strategis nasional tersebut.
“Sementara perusahaan saya sendiri alhamdulillah dipercaya walau kecil. Saya kemarin pasang instalasi rumah jabatan menteri, dan jaringan tower BTS di beberapa titik IKN. Kenapa BUMD milik pemerintah daerah tidak bisa ikut terlibat?” katanya.
Selain itu, Wahyudin juga sempat menawarkan ide kepada Gubernur Rudy Mas’ud agar kendaraan dinas beralih ke mobil listrik, sekaligus membuka peluang usaha bagi BUMD untuk membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Ia menilai peluang usaha ini sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
“Kalau semua mobil dinas pakai listrik, kita bisa bangun SPKLU di tiap kantor, atau kerja sama dengan otoritas IKN untuk bangun SPKLU di sana. Income-nya lumayan,” ujarnya.
Kelistrikan untuk Pariwisata di RPJMD Kaltim
Ia juga menyoroti peluang sektor pariwisata yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kaltim.
Menurutnya, banyak destinasi wisata di wilayah terpencil tidak berkembang karena terkendala listrik.
Padahal tanpa pasokan listrik, pembangunan hotel, jalan, dan fasilitas wisata lainnya tidak bisa berjalan optimal.
“Walau jalan bagus, hotel mewah, tapi tanpa listrik ya percuma. Nah membangun jaringan listrik memang besar biayanya, tapi itu investasi penting untuk pariwisata,” pungkasnya.
(wan)
Tag




