“Seharusnya UMKM itu sudah punya izin PIRT dulu. Itu yang akan kita pertegas lagi ke SPPG, terutama untuk produk seperti roti yang masa simpannya cepat,” katanya.
Menurutnya, berbeda dengan roti pabrikan yang umumnya menggunakan bahan pengawet sehingga memiliki masa kedaluwarsa lebih panjang, roti produksi UMKM biasanya hanya bertahan tiga hingga lima hari.
"Kalau UMKM kan rata-rata tidak pakai pengawet. Makanya pengambilannya harus lebih ketat dan disesuaikan dengan waktu produksi,” ujar Hariono.
Rincian Anggaran MBG per Porsi
Dalam kesempatan itu, Hariono juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait besaran anggaran MBG per porsi.
Ia menambahkan, dana tersebut murni untuk bahan baku makanan. Biaya operasional seperti insentif relawan, operasional gedung, hingga kebutuhan teknis lainnya berada di luar komponen tersebut.
“Kadang yang beredar di masyarakat itu dibilang Rp15.000 per porsi. Padahal tidak seperti itu. Bahan bakunya Rp8.000 atau Rp10.000, sisanya untuk operasional,” ujarnya.
Pengawasan dan SOP Jadi Kunci
Selain itu, Hariono menegaskan bahwa pengawasan terhadap SPPG terus berjalan sejak awal program diluncurkan.
Tag



