Arus Terkini

Tilik Kasus Filicide Orang Tua Tega Habisi Anak Kandung, Menurut Kacamata Psikologi Forensik

Tragedi di Samarinda: Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Kandung

Kamis, 31 Juli 2025 12:34

TKP - TKP pembunuhan 2 balita oleh ayah kandung di Samarinda masih dipasang garis polisi (Foto: HO)

Apa Itu Filicide?

Istilah filicide berasal dari bahasa Latin, yaitu filius (anak) dan cida (pembunuh), menurut jurnal Forensic Science International berjudul "Toward a more holistic understanding of filicide: A multidisciplinary analysis of 32 years of US arrest data."

Secara definisi, filicide menurut psikologi forensik merujuk pada tindakan menghilangkan nyawa satu atau lebih anak, umumnya berusia di atas satu tahun, oleh orang tua kandung, tiri, atau wali yang berperan sebagai figur orang tua.

Filicide diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan pelakunya:

•    Maternal filicide: pembunuhan yang dilakukan oleh ibu.
•    Paternal filicide: pembunuhan yang dilakukan oleh ayah.

Akar Sejarah Filicide, Dari Ritual hingga Motif Modern

Fenomena filicide bukan hal baru.

Di masa lampau, pengorbanan anak dilakukan oleh berbagai suku di Amerika Selatan, Afrika, dan Timur Tengah.

Pengorbanan tersebut berkaitan dengan kepercayaan dan praktik budaya yang diyakini dapat membawa kesejahteraan bagi individu atau komunitas.

Motif awal munculnya filicide juga termasuk pengendalian jumlah anggota keluarga, menyingkirkan anak dengan disabilitas, yang tidak sah, atau anak perempuan dalam sistem patriarki.

Namun, beberapa motif ini masih terlihat dalam dinamika modern.

Kategori Filicide Berdasarkan Motif

Menurut American Journal of Psychiatry, filicide dapat dikategorikan berdasarkan alasan yang melatarbelakanginya:

1. Altruistic filicide

Orang tua membunuh anak karena percaya bahwa hal tersebut menyelamatkan anak dari penderitaan. Tipe ini terbagi menjadi:

  • Filicide-suicide: pelaku juga berniat atau melakukan bunuh diri.
  • Filicide to relieve suffering: untuk mencegah penderitaan anak, baik yang nyata maupun khayalan.

2. Acute psychotic filicide

Pembunuhan terjadi tanpa motif rasional, dilakukan oleh pelaku yang mengalami delusi atau halusinasi berat.

3. Unwanted child filicide

Tag

MORE