Kaltim selama ini lebih dikenal sebagai provinsi tambang dan industri, bukan lumbung pangan.
Struktur ekonominya didominasi sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 34,18 persen PDRB pada 2025, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya berkontribusi 9,58 persen.
Ketimpangan struktur inilah yang membuat ketahanan pangan Kaltim rapuh secara struktural daerah yang kaya secara ekonomi, namun belum mampu memberi makan dirinya sendiri secara mandiri.
Pematangan Lahan Pusat Distribusi Pangan Jadi Langkah Awal
Salah satu langkah konkret yang masuk dalam program unggulan Jospol 2027 adalah pematangan lahan dan pengurusan perizinan Pusat Distribusi Pangan Provinsi yang berlokasi di Balikpapan Penajam Paser Utara.
Proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung sistem distribusi pangan antar wilayah di Kaltim.
Namun seperti banyak program lainnya, realisasi di lapangan akan menjadi ujian sesungguhnya apakah target indeks ketahanan pangan 82,13% di 2027 bisa tercapai, atau 107 desa itu masih akan menunggu lebih lama. (jay)




