"Kasihan sekali kalau ada ibu yang mau melahirkan saat musim hujan. Jalannya betul-betul licin. Kalau harus dirujuk ke Tanjung Redeb itu sangat sulit," ungkapnya.
Ia menilai pembangunan jalan bukan semata-mata untuk mendukung sektor wisata.
Lebih dari itu, akses jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat agar pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga distribusi barang dapat berjalan dengan baik.
"Listrik, air, telekomunikasi, sama jalan akses itu yang utama. Bagaimana masyarakat mau lebih sejahtera kalau jalannya saja sulit diakses," katanya.
Potensi Wisata Besar, Infrastruktur Belum Mengikuti
Syarifatul mengatakan Berau memiliki potensi wisata yang luar biasa.
Selain Derawan dan Maratua, kawasan Merabu dan Geopark Sangkulirang juga mulai dikenal wisatawan karena keindahan alam serta situs prasejarahnya.
Namun menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung infrastruktur yang layak.
Ia mengaku pernah berkunjung langsung ke Merabu dan merasakan sendiri sulitnya akses menuju lokasi.
Bahkan kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) pun harus berjibaku melewati jalan berlumpur.
"Kalau musim hujan itu seperti offroad. Kami saja pernah ke sana pakai kendaraan yang seharusnya kuat, tetap kesulitan. Apalagi masyarakat yang setiap hari tinggal di sana," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengembangan pariwisata berjalan lambat karena wisatawan akan berpikir ulang untuk datang apabila akses menuju lokasi masih sulit.
"Daerahnya bagus, wisatanya indah. Tapi kalau akses keluarnya susah, tentu wisatawan juga berpikir," katanya.
Maratua Terancam Kehilangan Sumber Air Bersih
Selain pedalaman, Syarifatul juga menyoroti kondisi di Pulau Maratua.
Ia mengungkapkan abrasi pantai di kawasan Teluk Harapan semakin mengkhawatirkan.
Tag



