Arus Publik

Andi Satya Minta AWS Berbenah Setelah Kasus Bayi dan Dugaan Kawat Tertinggal

WAWANCARA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, dr. Andi Satya Adi Saputra/ARUSBAWAH.CO

ARUSBAWAH.CO -  Dalam rentang waktu yang tidak terlalu jauh, dua kasus yang melibatkan dugaan kelalaian medis terhadap pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi perhatian publik

Seorang bayi berusia tiga bulan setelah tangannya menghitam pasca pemasangan infus.

Beberapa bulan kemudian, muncul dugaan kawat medis tertinggal di pembuluh darah jantung pasien yang sebelumnya menjalani pemasangan ring jantung.

Rentetan peristiwa itu kini menjadi bahan evaluasi pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Dua peristiwa itu menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, dr. Andi Satya Adi Saputra.

Menurut Andi Satya, kejadian-kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa mengingat RSUD AWS merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur sekaligus rumah sakit regional yang menangani pasien dari berbagai daerah.

“Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie sebagai rumah sakit rujukan regional dan rumah sakit terbesar di Kalimantan Timur harus memiliki pelayanan prima,” kata Andi kepada wartawan, Rabu (25/6/2026).

Ia menegaskan keselamatan pasien atau patient safety harus menjadi prinsip utama dalam setiap pelayanan yang diberikan rumah sakit.

Bukan hanya saat tindakan medis besar, tetapi juga dalam pelayanan sehari-hari di ruang rawat inap, instalasi gawat darurat hingga ruang tindakan khusus.

“Keselamatan pasien menjadi sesuatu yang tidak boleh ditawar-tawar dalam setiap tindakan apa pun,” ujarnya.

Kasus pertama yang menjadi perhatian publik bermula pada Maret 2026.

Saat itu seorang bayi berusia tiga bulan dirawat di RSUD AWS karena muntaber.

Tag

MORE