Sebelumnya, dalam rapat paripurna ke-25 di DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud menyampaikan interupsi bernada kritik soal absennya Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam beberapa agenda penting di Karang Paci.
“Saya hanya ingin menanyakan apakah ada penjelasan terkait ketidakhadiran kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam rapat ini. Ada beberapa kali saya ikut paripurna, yang dihadirkan selalu staf ahli. Lima kali paripurna, selalu staf ahli. Ini kan momen yang sangat penting buat nasib rakyat Kalimantan Timur,” ujarnya dalam forum.
Gubernur: Ada Agenda Nasional, Tidak Bisa Ditinggalkan
Dikonfirmasi terpisah, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud merespon soal ketidakhadirannya disebabkan oleh kegiatan nasional yang tidak bisa ditinggalkan.
“Perwakilan selalu ada, tapi kalau mau diharapkan kepala daerah tentu harus berkoordinasi dengan kita. Kita juga ada kegiatan tidak bisa ditinggalkan,” jelas Rudy Mas'ud dikonfirmasi pada Senin (21/07/2025) sore di Kantor Gubernur Kaltim.
Ia menyebut baru menyelesaikan kegiatan nasional bersama Presiden pada hari yang sama.
“Tadi kita baru selesai jam 3, dari jam 8 pagi sampai dengan jam 3 sore, berkaitan dengan launching Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Jadi kalau itu mau dikorbankan, rasanya tidak bisa,” katanya.
Rudy pun menyarankan agar sinkronisasi antara legislatif dan eksekutif diperkuat agar tidak terjadi miskomunikasi. Menurutnya, koordinasi tidak harus selalu dilakukan di ruang paripurna.
“Maka perlu sebenarnya sinkronisasi antara teman-teman yang di legislatif dengan eksekutif agar kita bisa ketemu. Kan kita bisa berkoordinasi kapan saja, tidak ada masalah itu,” pungkas Rudy.
(wan)
Tag




