Arus Publik

Syahariah Mas'ud: Jangan Minta Dokter Masuk Daerah Terpencil Jika Kesejahteraannya Tak Diperhatikan

WAWANCARA - Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas'ud/ARUSBAWAH.CO

ARUSBAWAH.CO -  Kekurangan tenaga kesehatan di wilayah pedalaman Kalimantan Timur dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah jumlah tenaga medis.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas'ud, menilai pemerintah juga harus memikirkan kesejahteraan dokter dan tenaga kesehatan yang ditempatkan di daerah terpencil.

Menurutnya, distribusi tenaga kesehatan hingga kini masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah pedalaman dan perbatasan.

Akibatnya, kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat berbeda-beda, bergantung pada lokasi tempat tinggal mereka.

"Persoalan tenaga kesehatan sesungguhnya memiliki pola yang hampir sama dengan persoalan guru, yaitu distribusi yang belum merata," kata Syahariah kepada Arusbawah.co, Selasa (16/6/2026).

Politikus Partai Golkar itu menyebut masih banyak daerah yang kekurangan dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah tertentu harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.

"Kita masih menghadapi kekurangan dokter dan tenaga kesehatan di berbagai wilayah terpencil dan perbatasan," ujar Syahariah.

"Akibatnya kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat menjadi berbeda-beda tergantung lokasi tempat tinggal mereka," sambungnya.

 

Dokter Spesialis Sulit Masuk Pedalaman

Menurut Syahariah, pemerintah perlu melihat persoalan tersebut secara lebih menyeluruh.

Ia menilai keinginan untuk menempatkan dokter spesialis hingga ke daerah pedalaman harus dibarengi dengan kebijakan yang mampu menarik minat tenaga medis.

Sebab, kondisi geografis yang sulit, jarak yang jauh dari pusat kota, hingga keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri bagi dokter yang bertugas di daerah terpencil.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan skema insentif yang memadai.

"Jangan sampai semangat pemerataan pelayanan kesehatan berhenti pada slogan saja, tetapi tidak didukung oleh kebijakan yang akurat," kata legislator daerah pemilihan Paser dan PPU ini.

Syahariah mencontohkan kebutuhan dokter spesialis seperti spesialis jantung, kandungan, anak, maupun dokter gigi yang masih belum merata di berbagai daerah.

Menurutnya, tenaga medis dengan keahlian khusus tersebut tentu membutuhkan dukungan yang sebanding dengan tantangan yang mereka hadapi saat bertugas di wilayah pedalaman.

"Mana ada tenaga ahli yang mau dimasukkan ke pedalaman kalau tunjangannya tidak diperhatikan. Mereka juga harus tahu tunjangannya berapa, fasilitasnya bagaimana. Ini yang perlu diperhatikan pemerintah," ujarnya.

Usulkan Kebijakan Afirmatif dan Insentif

Selain insentif, Syahariah juga mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan afirmatif bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pemerataan layanan kesehatan tidak hanya menjadi target di atas kertas.

Ia menilai tenaga kesehatan yang bersedia bertugas jauh dari pusat kota layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

"Di saat yang sama pemerintah juga perlu menghadirkan kebijakan afirmatif dan insentif yang memadai bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah 3T," katanya.

Perkuat Beasiswa Ikatan Dinas

Selain menarik tenaga medis dari luar daerah, Syahariah juga mendorong pemerintah menyiapkan sumber daya manusia kesehatan dari daerah itu sendiri.

Menurutnya, program beasiswa ikatan dinas dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan dokter di pedalaman.

Melalui skema tersebut, putra-putri daerah dapat menempuh pendidikan kedokteran maupun tenaga kesehatan lainnya dengan dukungan pemerintah, lalu kembali mengabdi di kampung halamannya setelah lulus.

"Saya meyakini solusi jangka panjangnya adalah pembangunan kemandirian daerah dalam menyiapkan SDM kesehatan. Program beasiswa ikatan dinas bagi putra-putri daerah harus diperkuat agar mereka dapat kembali mengabdi di wilayah asalnya," ujarnya.

Menurut Syahariah, pemerataan layanan kesehatan tidak akan tercapai apabila pemerintah hanya berfokus pada pembangunan fasilitas kesehatan tanpa memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai.

"Saya berharap pemerintah kita memperhatikan tenaga-tenaga medis, khususnya dokter spesialis yang siap diarahkan ke pedalaman," tegasnya.

Karena itu, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan penyiapan SDM kesehatan daerah harus berjalan beriringan agar masyarakat di pedalaman dapat memperoleh layanan yang setara dengan masyarakat di perkotaan.

"Ketika kita mau mengarahkan salah satu tenaga ahli atau medis, itu juga perlu diperhatikan tunjangannya bagaimana di pedalaman. Karena kan jauh dari kota. Nah, ini yang perlu juga menjadi perhatian buat kita, khususnya pemerintah daerah dan Komisi IV," tegasnya.

(raf)

 

Tag

MORE