Arus Publik

Syahariah Mas’ud Ungkap Warga PPU Masih Tempuh Perjalanan Berjam-jam untuk Berobat

WAWANCARA - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Mas'ud/ARUSBAWAH.CO

ARUSBAWAH.CO -  Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak di Kalimantan Timur dengan berbagai proyek infrastruktur yang berjalan di kawasan penyangga.

Namun, menempuh perjalanan menuju fasilitas kesehatan selama berjam-jam masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian warga pedalaman Penajam Paser Utara (PPU).

Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, mereka kerap harus keluar kampung dan menempuh perjalanan panjang menuju kota.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Mas’ud, mengungkapkan masih banyak warga di pedalaman PPU yang harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketimpangan akses layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan PPU dan Paser, Syahariah mengaku cukup sering menerima aspirasi masyarakat terkait sulitnya memperoleh layanan kesehatan, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota.

Ia mengatakan, hingga saat ini ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di Balikpapan maupun Samarinda masih cukup tinggi.

Padahal, kebutuhan pelayanan kesehatan seharusnya dapat dipenuhi di daerah masing-masing tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

"Saya masih melihat adanya ketergantungan yang cukup tinggi terhadap rumah sakit di Balikpapan maupun Samarinda," kata Syahariah kepada awak media, Senin (15/6/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pemerataan pembangunan sektor kesehatan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.

Menurutnya, masyarakat di daerah terpencil masih menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibanding warga yang tinggal di kawasan perkotaan.

"Banyak masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang seharusnya bisa tersedia di daerahnya sendiri," katanya.

Tak hanya harus menempuh jarak yang jauh, mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, konsumsi hingga akomodasi ketika harus dirujuk ke rumah sakit yang berada di luar daerah.

Dalam kondisi tertentu, kata dia, persoalan tersebut bahkan dapat menjadi penghambat bagi masyarakat untuk segera mendapatkan penanganan medis.

 

Masuk Tiga Jam ke Dalam Desa

Syahariah mengaku memahami kondisi tersebut karena ia melihat langsung situasi yang dihadapi masyarakat saat melakukan kunjungan ke lapangan.

Ia menyebut masih ada desa-desa di wilayah PPU yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota.

Tag

MORE