Selain menarik tenaga medis dari luar daerah, Syahariah juga mendorong pemerintah menyiapkan sumber daya manusia kesehatan dari daerah itu sendiri.
Menurutnya, program beasiswa ikatan dinas dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan dokter di pedalaman.
Melalui skema tersebut, putra-putri daerah dapat menempuh pendidikan kedokteran maupun tenaga kesehatan lainnya dengan dukungan pemerintah, lalu kembali mengabdi di kampung halamannya setelah lulus.
"Saya meyakini solusi jangka panjangnya adalah pembangunan kemandirian daerah dalam menyiapkan SDM kesehatan. Program beasiswa ikatan dinas bagi putra-putri daerah harus diperkuat agar mereka dapat kembali mengabdi di wilayah asalnya," ujarnya.
Menurut Syahariah, pemerataan layanan kesehatan tidak akan tercapai apabila pemerintah hanya berfokus pada pembangunan fasilitas kesehatan tanpa memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai.
"Saya berharap pemerintah kita memperhatikan tenaga-tenaga medis, khususnya dokter spesialis yang siap diarahkan ke pedalaman," tegasnya.
Karena itu, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan penyiapan SDM kesehatan daerah harus berjalan beriringan agar masyarakat di pedalaman dapat memperoleh layanan yang setara dengan masyarakat di perkotaan.
"Ketika kita mau mengarahkan salah satu tenaga ahli atau medis, itu juga perlu diperhatikan tunjangannya bagaimana di pedalaman. Karena kan jauh dari kota. Nah, ini yang perlu juga menjadi perhatian buat kita, khususnya pemerintah daerah dan Komisi IV," tegasnya.
(raf)
Tag




