Mereka selalu mendukung keputusan yang diambil, termasuk ketika ia aktif di organisasi kemahasiswaan.
Tak Lupa Berasal dari Kalangan Bawah
Pengalaman hidup dalam keterbatasan membuat Sofyan mengaku tidak ingin berubah setelah menjadi anggota DPRD Balikpapan.
Ia menyebut jabatan bukan alasan untuk menjaga jarak dengan masyarakat maupun pegawai di lingkungan DPRD.
Sesaat setelah dilantik menjadi anggota dewan, Sofyan memilih berkenalan lebih dulu dengan sopir, petugas kebersihan, petugas keamanan, hingga staf sekretariat DPRD.
Ia juga mengaku lebih sering menghabiskan waktu di kantin bersama para pegawai nonstruktural dibanding berada di ruang eksklusif.
Menurut Sofyan, obrolan bersama mereka justru memberinya banyak masukan yang jujur mengenai persoalan masyarakat tanpa muatan politik.
"Kalau ada kritik, itu murni dari apa yang mereka alami. Dari situ aku banyak belajar dan membawa masukan itu ke ruang-ruang rapat," katanya.
Perjalanan hidup Sofyan Juhri menjadi gambaran bahwa pendidikan tinggi tak selalu ditempuh dalam kondisi yang mudah.
Dari mahasiswa yang pernah bertahan hidup dengan air galon, bekerja membersihkan kos, hingga kini dipercaya menjadi anggota DPRD Balikpapan, ia mengaku memilih tetap hidup sederhana dan menjaga kedekatan dengan masyarakat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. (sobizz/sal)




