ARUSBAWAH.CO - Program parkir berlangganan yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih terus dimatangkan.
Meski pendaftaran sudah dibuka dan masyarakat mulai menyetorkan biaya berlangganan, peluncuran resmi program itu hingga kini belum dilakukan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bahkan masih mematangkan sistem pembayarannya bersama pihak perbankan.
Di tengah proses tersebut, dana yang telah masuk dari masyarakat disebut sudah mencapai sekitar Rp250 juta.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan arahan utama dari Wali Kota Samarinda adalah memastikan sistem pembayaran dibuat semudah mungkin agar masyarakat tidak kesulitan mengikuti program tersebut.
Karena itu, Dishub masih melakukan penyempurnaan, terutama pada mekanisme pembayaran elektronik yang nantinya akan digunakan.
"Arahan Wali Kota bagaimana metode pembayaran masyarakat itu dipermudah. Di Perwali kita ada metode pembayaran per bulan, per semester, dan per tahun," kata Manalu, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat diberikan beberapa pilihan pembayaran.
Untuk kendaraan roda dua, misalnya, tarif bulanan dipatok Rp40 ribu.
Namun apabila dibayar setiap bulan selama satu tahun, totalnya mencapai Rp480 ribu.
Sementara pembayaran langsung satu tahun hanya Rp400 ribu.
"Kalau dibayar per bulan dikali 12 menjadi Rp480 ribu. Kalau langsung dibayar per tahun lebih murah, hanya Rp400 ribu," ujarnya.
Meski skema pembayaran sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali), Dishub masih menyempurnakan metode transaksi bersama Bank Mandiri.
"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Bank Mandiri mengenai metode pembayaran yang lebih memudahkan masyarakat," ungkapnya.
Salah satu fitur yang dipastikan belum bisa diterapkan adalah sistem Top Up.
Menurut Manalu, kartu parkir berlangganan menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai identitas kendaraan sehingga berbeda dengan kartu uang elektronik.
Akibatnya, sistem isi ulang saldo tidak dapat digunakan.
"Metode pembayaran ada tiga. Tapi kalau model top up itu tidak bisa karena basis kartunya berbeda. Yang berbasis RFID itu hanya sebagai identitas kendaraan yang didaftarkan," katanya.
Uang Sudah Masuk, Launching Masih Tunggu Wali Kota
Di tengah proses penyempurnaan tersebut, Dishub mengaku pendaftaran tetap dibuka.
Tag



